Pembukaan Workshop Penyusunan Rencana Aksi Kota Pusaka Banjarmasin

Tidak sedikit kota pusaka di indonesia saat ini terancam hilang.
Padahal di banyak negara di dunia ingin membangun dan menata kembali apa yang disebut kota pusaka (heritage cities),
Sedangkan kondisi di indonesia sungguh terbalik. Dimana regulasi dan kebijakan untuk menata kota - kota pusaka masih sangat minim
Karena banyak daerah hanya mengejar apbd.
Bila kondisi ini terus berjalan maka dalam 10 (sepuluh) tahun kedepan kota - kota pusaka di indonesia akan hilang.
Ancaman hilangnya kota pusaka di indonesia justru berasal dari minimnya dukungan dari pemerintah daerah yang ada, karena mereka
Dihadapkan oleh berbagai tekanan komersial dan urbanisasi yang sangat menggurita.
Solusinya adalah perlu peraturan daerah dan kebijakan pengembangan kota pusaka.
Bertempat di rattan inn hotel banjarmasin, diselenggarakan workshop penyusunan rencana aksi kota pusaka (rakp) banjarmasin
Yang diselenggarakan berkat kerjasama antara direktorat perkotaan ditjen penataan ruang dengan pemerintah kota banjarmasin pada tanggal 26 dan 27 juli 2012, yang dibuka oleh wakil walikota banjarmasin hm. Irwan ansyari dan diikuti oleh 10 (sepuluh) kota yang ada di indonesia.
Dalam sambutannya wakil walikota menyampaikan agar selalu mempertahankan bangunan warisan tanpa mengabaikan perkembangan kota
Karena harus menciptakan lapangan kerja demi kesejahteraan rakyat.
Dalam kegiatan pembangunan kota seperti untuk membangun mall, jangan sampai menggusur bangunan bersejarah karena akan menghilangkan identitas bangsa. Karena itu sangat diperlukan kebijakan yang arif dan solusi yang tepat untuk membangun kota dengan mempehatikan aset
Budaya seperti mempertahankan bangunan kuno yang berada di tengah bangunan modern, dimana bangunan kuno tersebut tetap dipertahankan bentuk fisiknya dan bisa difungsikan sebagai perpustakaan.
Kegiatan para peserta yang mengagendakan kunjungan ke beberapa daerah yang bisa disebut sebagai kota pusaka diantaranya rumah ano, mesjid jami, pasar terapung, makam ronggo dan makam sultan suriansyah juga yang menjadi agenda tahunan pemerintah kota banjarmasin yaitu ramadhan cake fair (pasar wadai ramadhan).
Acara diakhiri dengan penyerahan plakat dari wakil walikota banjarmasin hm. Irwan ansyari kepada wakil dari direktorat perkotaan ditjen penataan ruang kementrian pekerjaan umum bapak rubis, dan didampingi oleh asisten ii bidang ekonomi dan pembangunan drs. Bambang budianto, m.si dan disaksikan oleh ibu katrini yang merupakan wakil dari badan pelestarian pusaka indonesia.
Dalam kesempatan ini juga wakil walikota banjarmasin juga menerima buku penelusuran sejarah kota denpasar dari perwakilan badan pembangunan daerah kota denpasar bali bapak anindya putra.






