Walikota Beberkan Rencana Pembangunan 2 tahun ke Depan

Diskominfotik Banjarmasin
image1

BANJARMASIN – Usulan pembangunan yang telah dimasukan dalam kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan, akhirnya dibawa dalam Musrenbang tingkat Kota Banjarmasin. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin itu, selain dihadiri Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah, dan para ASN lingkup Pemko Banjarmasin serta anggota DPRD Kota Banjarmasin, juga dihadiri para penyandang disabilitas, komunitas dan para tokoh masyarakat. “Musrenbang RKPD yang kita laksanakan hari ini adalah bagian dari rencana pembangunan kota, yang kita ikuti berdasarkan peraturan perundang-undangan, Dari sekian banyak usulan yang masuk kemudian dikerucutkan menjadi 10 usulan dan dari sepuluh itu kemudian naik ke Musrenbangn pada hari ini,” ujar H Ibnu Sina saat menyampaikan sambutannya dalam acara pembukaan Musrenbang tingkat Kota Banjarmasin, Selasa (19/03). Ditahun 2019 ini sampai tahun 2020 nanti, katanya, banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus diselesaikan Pemko Banjarmasin bersama jajarannya. Untuk tahun 2019 ini, PR yang harus diselesaikan adalah pembangunan dan pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Suriansyah Banjarmasin. Ia berharap, semua pihak terkait dalam penyelesaian rumah sakit tersebut dapat mendukungnya. “Mudah-mudahan ini bisa kita selesaikan gedung ketiga dan pengisian alkesnya, sehingga paling lambat harijadi Kota Banjarmasin ke 493 nanti, rumah sakit ini betul-betul bisa kita lounching, kita resmikan bersama-sama,” ucapnya.

Selain menggunakan dana APBD Kota Banjarmasin, untuk penyelesaian rumah sakit ini, ungkapnya, Pemko Banjarmasin juga meminta bantuan ke Pemprov Kalsel. Pasalnya, agar rumah sakit itu benar-benar bisa beroperasional setidaknya harus memiliki alat kesehatan yang diperlukan untuk pelayanan di 21 unit poliklinik. Karenannya, saat launching pengoperasiannya nanti, rumah sakit ini untuk sementara hanya membuka empat pelayanan dasar dulu, hal tersebut dilakukan mengingat dana pembelian alat kesehatan untuk 21 unit polikliniknya mencapai Rp60 miliar. Padahal, di tahun 2019 ini dana yang tersedia hanya sekira Rp23 miliar saja. “Jadi masih banyak yang masih belum bisa kita penuhi, tetapi mudah-mudahan nanti apakah dianggaran perubahan atau murni di tahun 2020 nanti, bisa kita anggarkan, sehingga betul-betul rumah sakit ini bisa berjalan dengan tipe c,” katanya.
PR lain yang akan dikerjakan di tahun 2020 nanti adalah pembangunan infrastruktur dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekira Rp273 miliar, yang telah diusulkan ke pemerintah pusat. Kemudian pembangunan Jembatan Bromo yang sangat diperlukan masyarakat di kawasan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, dimana tahun 2020 nanti akan memasuki masa pengerjaan fisik. Untuk itu, ia kembali berharap, kegiatan pembangunan itu bisa didukung anggota DPRD, sehingga apa yang sudah diniatkan dan dirumuskan dalam visi misi bisa betul-betul terlaksana. Rencana pembangunan lain yang disampaikannya dalam kegiatan tersebut adalah penyelesaian trotoar sepanjang Jalan A Yani Banjarmasin, dimana saat ini koridor utama pembangunan tersebut telah selesai dilaksanakan. Terkait dengan program smart city, mantan anggota DPRD Kalsel tiga periode ini kembali menerangkan, setidaknya kini telah tersedia aplikasi Palui yang mencakup 11 kewenangan, 11 surat keterangan dan surat menyurat lainya, yang diperlukan warga Kota Banjarmasin. Dengan menggunakan aplikasi Palui, warga tidak perlu lagi datang ke kelurahan. “Jadi keluar rumah hanya sekali untuk mengambil suratnya, sedangkan usulannya bisa dikerjakan melalui aplikasi yang bisa dioperasikan melalui handphone android,” tuturnya
Sampai hari ini, dari hasil pengembangan program Smart City Banjarmasin sudah tersedia 14 aplikasi yang bisa diakses oleh seluruh warga kota Banjarmasin, dan yang terbaru terkait dengan e-sampah. Kemudian untuk menunjang kegiatan rumah sakit, Pemko Banjarmasin juga sudah meluncurkan aplikasi e-puskesmas atau e-idel, e-kesehatan. “Dengan aplikasi tersebut seluruh pasien terintegrasi dengan seluruh pasien di puskesmas dan di rumah sakit, jadi semua bisa mengakses dan tidak perlu antri, tidak perlu mengambil kupon duluan-duluan, tapi tinggal aplikasikan sudah dikasih tau nomor antriannya,” jelasnya.(humpro-bjm)


















video profile

Pengumuman

Pengumuman Hasil Ujian Online Dinas Kesehatan Tanggal 06 Juli 2019

Diskominfotik Banjarmasin

Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin akan melaksanakan penerimaan Tenaga Kontrak dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dengan masa kerja kontrak sampai dengan 31 Desember 2019. yang akan ditempatkan di seluruh Puskesmas di Kota Banjarmasin. Un...

Read More

Interaksi.

Polling

Bagimana menurut anda Website Pemko Banjarmasin ?



Hasil Polling

Sangat Baik 91%
Baik 5%
Cukup 3%
Kurang 1%