Walikota Berdiskusi Bersama KOPI

Diskominfotik Banjarmasin
image1

BANJARMASIN – Menjelang puncak peringatan harijadi Kota Banjarmasin ke 493, Kolaborasi Pemuda Indonesia (KOPI), Kota Banjarmasin menggelar diskusi publik bertajuk Bepanderan Wan Walikota Banjarmasin. Tema yang diusung dalam kegiatan di Plaza Smart City, Menara Pandang, Kota Banjarmasin itu adalah Menakar Capaian Keberhasilan Walikota Banjarmasin Menjelang Harijadi Kota Banjarmasin ke 493. Salah satu hot isu yang dibahas dalam kegiatan yang dihadiri komunitas muda dan para mahasiswa itu adalah terkait visi dan misi Pemko Banjarmasin, seperti tentang kepariwisatan, pelayanan publik berbasis smart city, dan pembentukan Wirausaha Baru berbasis UMKM sebayak 2.500 dalam lima tahun. Dalam hal pembentukan UMKM, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menjelaskan, sejak dahulu Kota Banjarmasin terkenal sebagai kota perdagangan dan jasa. Di kota berjuluk seribu sungai ini, banyak terlahir para pedagang-pedagang tangguh yang akhirnya menyebar keberbagai daerah di nusantara. Maka dari itu, dalam salah satu visi dan misi Pemko Banjarmasin, hal yang ingin dicapai adalah mewujudkan kota ini sebagai kota perdagangan dan jasa dengan melahirkan pedagang-pedagang tangguh atau sosok pengusaha yang mempuni dibidangnya. Dikatakannya lagi, menciptakan wirausaha baru itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Sebab, terangnya, berwirausaha itu adakalanya jatuh dan bangun. Tak sedikit para pengusaha yang kini sukses dahulunya memulai dengan jatuh bangun dibidang usahanya. “Jadi kami ingin melahirkan wirausaha baru berbasis UMKM, yang mensuport pariwisata, yang mensuport perdagangan lokal dan mensuport berbagai industri kreatif dengan cara melahirkan 500 orang pertahun,” jelasnya.

Sementara itu, MHM Official Sri Hidayah yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan menjelaskan tentang pentingnya keterlibatan para pemuda kota ini dalam mendongkrak nilai kepariwisataan. Menurutnya, anak muda yang memiliki motifasi yang berbeda dengan orang yang kebanyakan, sebenarnya motor penggerak kepariwisataan. Dan mencari motor penggerak nilai kepariwisataan dari anak-anak muda ini, ucapnya, sangat susah. “Karena merekalah yang bisa menghidupkan, yang bisa membawa anak-anak muda lainya untuk lebih produktif,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, H Ibnu Sina juga mensosialisasikan penggunaan tumbler dengan cara membagikan botol minuman tersebut kepada beberapa orang peserta yang dinilai aktif membuka diskusi.(humpro-bjm)

















video profile
css-2019

Pengumuman

Interaksi.

Polling

Bagimana menurut anda Website Pemko Banjarmasin ?



Hasil Polling

Sangat Baik 89%
Baik 6%
Cukup 4%
Kurang 1%