Bank Sampah Kota Banjarmasin Terbaik di Indonesia

Bagian Humas dan Protokol
image1

BANJARMASIN - Usaha Pemko Banjarmasin untuk menjadikan ibukota Provinsi Kalsel sebagai daerah bebas sampah dan ramah lingkungan tak sia-sia. Buktinya, program bank sampah yang digagas Pemko Banjarmasin berhasil meraih penghargaan sebagai Bank Sampah Terbaik. Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI itu, menempatkan Bank Sampah Induk Kota Banjarmasin sebagai salah satu yang terbaik dari enam daerah di Indonesia.

Daerah penerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan RI, Siti Nurbaya itu antara lain, Bank Sampah Induk Kota Banjarmasin, Jakarta-Bank Sampah Malakasari, Surabaya-Bank Sampah Bina Mandiri, Makasar, Malang dan Yogyakarta.
Menurut Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, dengan adanya penghargaan tersebut, artinya dapat dikatakan pengelolaan lingkungan di Kota Banjarmasin sudah baik.
Saat ini, terangnya, yang perlu ditingkatkan hanyalah peran dari stakeholder dan para pemangku kepentingan untuk bisa memberikan pengertian kepada masyarakat, agar selalu membuang sampah pada tempatnya.
Tak hanya itu, orang nomor satu di kota bermotto Kayuh Baimbai ini juga menginginkan adanya sistem manajemen yang lebih terarah dalam hal pengelolaan bank sampah. “Saya optimis dengan adanya gerakan babarasih kota di kelurahan dan di kecamatan, dapat menumbuhkan kembali budaya gotong royong dan kerja bakti,” ujarnya, saat menerima silaturahmi rombongan Bank Sampah Induk Kota Banjarmasin di ruang kerjanya, Senin (13/03).
Untuk diketahui, kedatangan rombongan Bank Sampah Induk Kota Banjarmasin di Balai Kota Banjarmasin, dalam rangka menginformasikan Bank Sampah Induk Kota Banjarmasin telah menerima penghargaan sebagai bank sampah terbaik pada Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017.
Sebagai tindaklanjut atas diterimanya penghargaan tersebut, pengelola Bank Sampah Induk Kota Banjarmasin berencana akan mengikuti Rakornas Bank Sampah dan Pengelolaan Sampah di Palembang pada bulan Maret 2017.
Keikutsertaan Bank Sampah Induk Kota Banjarmasin dalam Rakornas itu dimaksudkan sebagai bentuk pengembangan bank sampah, dan diharapkan bisa menjadi tuan rumah Rakornas Bank Sampah dan Pengelolaan Sampah Tahun 2018.
Pimpinan rombongan Bank Sampah Induk Kota Banjarmasin, Faturahman, menyampaikan dengan adanya penghargaan tersebut diharapkan akan mengundang orang untuk datang dan melihat bagaimana proses pengelolaan sampah.
Dari data yang dihimpun, saat ini Banjarmasin memiliki 175 bank sampah. Untuk seluruh Indonesia, total bank sampah yang terdata berjumlah 4000 unit.(Humpro-Bjm)

Polling

Bagimana menurut anda Website Pemko Banjarmasin ?



Hasil Polling

Sangat Baik 17%
Baik 62%
Cukup 13%
Kurang 7%