Ibnu-Herman Rayakan Hari Istimewa dengan Masyarakat

Bagian Humas dan Protokol
image1

BANJARMASIN ­– Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H ini ternyata benar-benar menjadi hari istimewa bagi jajaran Pemko Banjarmasin. Makanya, untuk merayakannya, kedua pemimpin kota seribu sungai ini memilih solat ied berjamaah bersama masyarakat, di dua masjid besar di Kota Banjarmasin. Walikota Banjarmasin Ibnu Sina beserta keluarga melaksanakan solat ied berjamaah di Masjid Al Mujahidin, Jalan Belitung Darat, Banjarmasin. Saat itu Ibnu Sina didaulatkan juga menjadi khatib seusai solat ied berjamaah.

Sedangkan Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah beserta keluarga, melaksanakan solat ied di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin.

Kegiatan solat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin itu, juga dilakukan oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor beserta jajaran Forkopimda Kalsel.

Menariknya, usai solat ied, Hermansyah, secara tiba-tiba memungut sampah koran sisa solat ied yang ditinggal warga.

Sontak, warga dan para pengurus masjid terbesar di Kalsel langsung mengikutinya dengan memungut sampah koran-koran tersebut. “ Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membersihkan sampah agar menjadikan Banjarmasin Barasih wan Nyaman, khususnya setelah solat ied ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Hermansyah menginstruksi agar para ASN Pemko Banjarmasin dimana pun berada untuk tidak meninggalkan sampah koran bekas solat Ied. “Para Pegawai Pemko Banjarmasin agar ikut membersihkan sampah-sampah koran ini, dan untuk petugas dinas kebersihan Pemko Banjarmasin untuk segera mengambilnya. Momentum ini kita jadikan Banjarmasin Barasih wan Nyaman,” katanya

Dalam khutbahnya, KH Zainuddin Rais mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan serta memperbanyak syukur kepada Allah SWT. “Idul Fitri maknanya secara bahasa adalah kemurnian, kesucian. Semoga dengan kemuliaan keberkahan bulan suci Ramadan yang telah kita lalui bersama-sama, amal ibadah yang kita lakukan dan do’a-do’a yangkita panjatkan, diterima, segala dosa diampuni, segala hajat dikabulkan,” ajaknya.

Sementara itu, Ibnu Sina dalam khutbahnya menyampaikan tiga pesan kepada seluruh lapisan masyarakat.  

Pertama, katanya, hendaknya masyarakat tidak lupa untuk beribadah kepada Allah SWT. “Barang siapa yang sengaja meninggalkan sholat, itu sama dengan meruntuhkan agama,” katanya.

Yang kedua, lanjutnya, ibadah di bulan Ramadan jangan dijadikan sebagai kondisi musiman. “Bahwa puasa ini akan menjadi bekal untuk 11 bulan berikutnya, wajah Islam yang rahmatan lil alamin begitu terasa di bulan Ramadan ini, jangan sampai setelah Ramadan pergi, jangan sampai semua menjauh dari Islam,” ucapnya.

Pesan selanjutnya yang disampaikan Ibnu Sina ialah, meminta masyarakat menjadikan Ramadan sebagai spirit kemenangan. “Sejarah Ramadan bukanlah sejarah kemalasan, tetapi sejarah Ramadan adalah sejarah kemenangan dan perjuangan. 12 kali Rasullulah SAW berperang , 9 kali diantaranya terjadi dibulan suci Ramadhan. Jadi untuk tahun yang akan datang, semoga ibadah Ramadan akan menjadi lebih baik lagi,” katanya lagi.

Setelah selesai solat ied, Ibnu Sina dan Hermansyah melaksanakan kegiatan open houses bersama ASN lingkup Pemko Banjarmasin dan masyarakat umum. Kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi kekediaman Gubernur Kalsel, dan kekediaman Kapolda  Kalsel.(humpro-bjm)


Polling

Bagimana menurut anda Website Pemko Banjarmasin ?



Hasil Polling

Sangat Baik 22%
Baik 55%
Cukup 17%
Kurang 6%