WALIKOTA BANJARMASIN YANG DIDAMPINGI OLEH KEPALA BAPPEDA, KEPALA DINAS CIPTA KARYA DAN PERUMAHAN, KEPALA DINAS TATA RUANG DAN BANGUNAN, KEPALA DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KOTA BANJARMASIN LANTAS DIPERKENALKAN DENGAN SISTEM SMART CITY LANGSUNG OLEH WALIKOTA BANDUNG.

 

PEMERINTAH KOTA BANJARMASIN SANGAT TERTARIK UNTUK MEMPELAJARI KONSEP DAN SISTEM SMART CITY YANG DIBANGUN OLEH KOTA BANDUNG. IBNU SINA MENGAKU BAHWA DIRINYA INGIN MEMBANGUN KONSEP YANG SAMA DI KOTANYA.

 

“KAMI BANYAK YANG MENAWARI TEKNOLOGI SMART CITY. TAPI KAMI INGIN PELAJARI DULU SISTEMNYA,” UJAR IBNU.

 

TERKAIT DENGAN PERMINTAAN TERSEBUT, RIDWAN MENYATAKAN KETERBUKAANNYA. “KAMI BISA BERBAGI SISTEM INI DENGAN KOTA BANJARMASIN. GRATIS. ATAS NAMA NKRI. PERBANYAK KATA KOLABORASI, KURANGI KATA KOMPETISI,” TUTUR KANG EMIL, SAPAAN AKRAB WALIKOTA BANDUNG.

 

SELAIN SOAL SMART CITY, ISU KEKUMUHAN JUGA MENJADI POIN DISKUSI. KOTA BANJARMASIN MEMILIKI WILAYAH KUMUH DI DAERAH BANTARAN SUNGAI, PERSIS SEPERTI YANG TERJADI DI WILAYAH BABAKAN SILIWANGI.

 

 

 

DALAM MENGHADAPI PERSOALAN KEKUMUHAN, RIDWAN MENYARANKAN AGAR WALIKOTA MELAKUKAN KOMUNIKASI SECARA TERUS MENERUS KEPADA MASYARAKAT DENGAN DIBARENGI DENGAN PENDEKATAN SOLUTIF AGAR MASYARAKAT DAPAT MENGERTI DAN MENERIMA.

 

KE DEPANNYA, RIDWAN BERENCANA AKAN MENGIRIM TIM JUGA KE BANJARMASIN UNTUK MEMPELAJARI INOVASI-INOVASI DI KOTA BANJARMASIN. KUNJUNGAN DIAKHIRI DENGAN BERTUKAR CINDERAMATA DAN FOTO BERSAMA.