Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah melakukan Pertemuan dengan BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin di Ruang Rapat Wakil Walikota Banjarmasin, Selasa 11 Oktober 2016.

            Turut hadir pada acara ini Kepala BPJS Cabang Banjarmasin dr. Nyoman Wiwiek Yuliadewi, AAK, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin Drs. H. Hamdi, M.Si, Kepala Insektorat Kota Banjarmasin Gunawan, Ak, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Drs. H. Esya Zain Hafizie, M.AP, Plt. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Supriani, Sekretaris BKD Diklat Kota Banjarmasin Drs. Firdaus, M.Si, Kabag. Keuangan Sekretariat Daerah Hj. Nurlina, SH, M.Si Perwakilan BPKAD Kota Banjarmasin dan Jajaran BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin.

            Dalam pemaparan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin dr. Nyoman Wiwiek Yuliadewi, AAK menyampaikan bahwa Sistem Jaminan Sosial Nasional memiliki 3 Azas (Kemanusiaan, Manfaat dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia), 5 Prinsip (Jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kematian) dan 9 Prinsip (Kegotong-royongan, Nirlaba, Keterbukaan, Kehati-hatian, Akuntabilitas, Portabilitas, Kepsertaan wajib, Dana manfaat dan Hasil pengelolaan dana digunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta).

            Jumlah penduduk di Kota Banjarmasin yang telah terdata  sebagai peserta JKN-KIS sampai dengan 30 September 2016 sebanyak 379.455 peserta atau 59,63 % dari keseluruhan penduduk di Kota Banjarmasin Tahun 2016 yang berjumlah 636.250 jiwa.

            Sampai dengan bulan September 2016 di Kota Banjarmasin telah terintegrasi ke Program JKN-KIS dengan total peserta sebanyak 7.917 jiwa, dengan rincian sebagai berikut :

1.Kecamatan Banjarmasin Barat 1.805 jiwa.

2.Kecamatan Banjarmasin Selatan 2.899 jiwa.

3.Kecamatan Banjarmasin Tengah 681 jiwa.

4.Kecamatan Banjarmasin Timur 1.126 jiwa.

5.Kecamatan Banjarmasin Utara 1.406 jiwa.

            Jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS di wilayah Kota Banjarmasin sampai dengan 30 September 2016 sebanyak 85, dengan rincian : 26 Puskesmas, 38 Dokter Umum, 6 Klinik Pratama, 10 Dokter Gigi, 2 Faskes Milik TNI, dan 3 Faskes Milik Polri.  

            Dalam arahan Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah menyampaikan bahwa setiap tahun Pemerintah Kota Banjarmasin menganggarkan dana untuk kepesertaan BPJS, namun masih ditemui keluhan-keluhan di masyarakat diantaranya ruang RS penuh dan ketersediaan obat yang masih kurang. Masih belum jelas MoU antara Walikota Banjarmasin dengan BPJS, harus ada balance. Dan Kota Banjarmasin belum memiliki rumah sakit, sedangkan masyarakat berobat ke puskesmas.

             Pada kesempatan ini Kepala SKPD/Perwakilan SKPD melakukan dialog dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin.

            Diakhir pertemuan Wakil Walikota Banjarmasin menyampaikan agar saling komunikasi, saling sinergitas antara BPJS dengan SKPD terkait. Dengan Anggaran Pemerintah Kota Banjarmasin yang ada diharapkan dapat menyeimbangkan antara pelayanan kesehatan dengan pembangunan lain.

            “Semoga menjadi awal sinergitas, mengingat BPJS berdasarkan Undang-Undang untuk kesejahteraan Rakyat”, ujar Hermansyah. (tie)