Acara ini merupakan forum yang dilaksanakan oleh fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII yang bekerjasama dengan universitas mancanegara dan organisasi profesi mengusung tema Subtaniable Building and Environment for Sophisticatd Life. Konferensi internasional ini bertujuan sebagai sarana tukar ide, pemikiran, pengetahuan serta menjadi forum diseminasi dan profesional dari berbagai belahan dunia.

Dengan dukungan dari University of Hawaii at Manoa (USA), University of Rhode Island (USA), Hokkaido University (Japan) dan National Cheng Kung University (Taiwan) serta beberapa organisasi profesi seperti Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Intakindo, PT. Waskita Sangir Energi menjadikan ICSBE 2016 ini makin baik.

Selain Walikota Banjarmasin sebagai keynotes speaker, ada juga Prof. Dolores Foley (USA), Prof. Thomas Boving (USA), Prof. Masahiko Fujii (Japan), Prof. Tsair Fuh Lin (Taiwan), Dr. Ing Widodo Brontowiyono (dekan FTSP UII) serta Ir. Surahman, M. Tech, M. Eng (Direktur PT. Waskita Sangir Energi) juga menjadi pembicara pada sesi panel.

Acara yang berbarengan dengan Milad FTSP UII ini mempersentasikan 95 paper yang telah disaring dari 140 yag berasal dari berbagai negara.

Sebelumnya dilakukan penandatanganan MoU antara Rektor UII Prof Hartoyo MT dan Walikota Banjarmasin yang disaksikan Asisten 3 Pemko drh. Rusmin A. MS. Kerjasama ini meliputi bidang pendidikan dan penelitian.  

Hadir pula pada acara ICSBE ini Dekan Fakultas Teknik ULM Dr. Yulian Permana. Prof Dolares dan Prof Boving sangat tertarik membahas tentang daya tahan kota Banjarmasin dengan beban penduduknya.Menurut walikota banjarmasin ada beberapa masalah yang perlu diselesaikan daya tahan kota banjarmasin(resilience city).

“hal yang menjadi sorotan terutama kota banjarmasin yang dikenal dengan seribu sungai ini adalahintrusi air laut pada musim kemarau dengan jumlah penduduk banjarmasin yang cuku besar” ujar Ibnu Sina.

Dalam kesempatan ini, walikota didampingi oleh ketua TPKK banjarmasin, Siti Warsilah, juga mengujungi asrama Galuh Banjarmasin Jogja. Beliau juga mengadakan obras tentang bagaimana fasilitas asrama dan lain-lain, serta pembicaraan tentang perkembangan pembangunan di Banjarmasin (rie)