Dalam sambutannya Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyampaikan bahwa dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), memantapkan diri dalam visi dan misi Kota Banjarmasin ke depan adalah menjadi Kota Sungai Pintu Gerbang Ekonomi Kalimantan 2025.

            Terkait Otonomi Daerah, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 ada kendala, ada proses penyeragaman seluruh Indonesia. Rumpun-rumpun ada yang disatukan, ada yang dipisah.

            “Kepada Pemerintah Pusat, bolehkah disesuaikan dengan kondisi lokal daerah, SKPD/Organisasi Perangkat Daerah sesuai dengan kebutuhan daerah”, Ujar Ibnu Sina.

             Sambutan diakhiri dengan mengucapkan “Bismillahirahmanirrahim”, Silaturahmi dan Dialog Quo Vadis Otonomi Daerah secara resmi dibuka oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

            Pada kesempatan ini dilakukan ekspose dan dialog Quo Vadis Otonomi Daerah, dengan Narasumber DR. H. Kausar AS, M.Si (Mantan Dirjend Otonomi Daerah Kementerian dalam Negeri RI).

            Di akhir acara Walikota Banjarmasin Ibnu Sina bertukar cenderamata dengan DR. H. Kausar AS, M.Si (Mantan Dirjend Otonomi Daerah Kementerian dalam Negeri RI).

Sebelum acara diskusi tersebut, walikota menyambut para rombongan Sesepuh HMI Universitas Gajah Mada (UGM) Pagelaran/Ngasem I Yogyakarta yang kuliah pada periode 60-an, menggelar silahturahmi.

Alumi HMI UGM yang datang ke Banjarmasin merupakan teman-teman kuliah Prof. Asmaji saat masa kuliah pada periode tahun 2016.

“silahturahmi ini sekaligus untuk mengenalkan Banjarmasin kepada teman-teman alumni HMI UGM yang tersebar di berbagai wilayah bahkan hingga keluar negeri. Nanti Mereka yang akan jadi duta Banjarmasin di tempat asal mereka,” ujar Prof. Asmaji.

              Selain dua kegiatan diatas, para sesepuh HMI UGM Yogyakarta ini juga melaksanakan beberapa kegiatan yang sudah diagendakan, seperti pengenalan wisata sungai Banjarmasin.