Kegiatan ini terbagi menjadi 3 tahap, dan berlangsung dalam jangka waktu 3 bulan. Pada tahap pertama ini, ada 4 puskesmas yang akan dinilai fasilitasnya, yaitu Puskesmas Pekauman, Puskesmas Karang Mekar, Puskesmas Cempaka Putih, Puskesmas Kayutangi.

Menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan H. Supriani, SKM. , Penilaian akreditasi ini bertujuan meningkatkan kinerja manajemen dipuskesmas, sehingga pelayanan yang diberikan akan meningkat, hal ini sesuai dengan visi misi kota banjarmasin sebagai kota baiman, Banjarmasin Barasih wan Nyaman.

“ Dengan meningkatnya manajemen ini, sehingga masyarakat Nyaman berobat” ujar Supriani.

Berbagi persiapan untuk menghadapi akreditasi dari Kemenkes ini diantaranya sosialisasi dan workshop oleh tim akreditasi kota banjarmasin.

Kedatangan para tim tersebut di sambut langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah.

Beliau meminta kepada Dinas kesehatan serta para Puskesmas untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat seperti meningkatkan mutu pelayanan di setiap puskesmas, puskesmas pembantu dan poskeskel. Masyarakat juga dapat diberi kemudahan untuk berobat melalui puskesmas keliling.

Wakil walikota juga menyampaikan beberapa kendala diantaranya belum mempunyai Rumah Sakit Daerah, dikarenakan masih tahap pembangunan. Sehingga hal ini membuat konsentrasi pelayanan kesehatan masyarakat terfokus pada pelayanan di puskesmas. Mereka yang berobat di puskesmas 80% terdiri dari masyarakat yang kurang mampu sehingga terdapat kesulitan untuk melakukan pengobatan di Rumah Sakit Daerah Milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan  yang terletak di Banjarmasin karenaBirokrasi Administrasi.

Hermansyah juga menyampaikan harapannya agar kedepan fasilitas layanan kesehatan bisa dipermudah dalam hal urusan surat meyurat.

“Semoga mendapatkan hasil yang optimal yaitu AKREDITASI PARIPURNA bagi seluruh Puskesmas yang ada di Banjarmasin” Ujar Hermansyah

Rangkaian kegiatan surveior diantaranya survei terhadap prestasi kepala puskesmas, penjelasan kegiatan dan survei garisbesar upaya yang dilakukan puskesmas seperti: upaya peningkatan mutu dan kinerja. Adapun juga pendataan terhadap pasien rawat jalan atau data pasien 2 bulan terakhir, dan telaah dokumen, klarifikasi dan masukan yang di dapat pada hari pertama. Kemudian telusur sistem manajemen UKP maupun pelayanan klinis. Wawancara pimpinan, tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar puskesman. Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari ini diakhiri dengan penyusunan laporan survei dan penandatanganan berita acara.

Rapat pembukaan ini dihadiri oleh Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Hamdi, Perwakilan dari 4 (empat) Puskesmas yang akan disurvei pada tahap pertama. (tie)