E-Tech Collage adalah sekolah kejuruan terbesar di Thailand dengan lebih dari 12.000 siswa. Program ini bagian dari Indonesia-Thailand Partnership dalan rangka menyiapkan tenaga kerja di era MEA yang sudah dimulai sejak 2016 ini.

Menurut ibnu sina, hal ini cukup penting mengingat kegiatan ini dilaksanakan untuk menghadapi pemberlakuan masyarakat asian dimana seluruh negara di asia bisa saling bertukar tenaga kerja.

“Walaupun nantinya disatu sisi hal ini bisa menjadi sebuah acaman bagi tenaga kerja lokal yang tidak mempunyai ketrampilan, tetapi disisi lain ini merupakan tantangan untuk warga indonesia, khususnya warga banjarmasin untuk bisa bersaing secara kompetitif di negara Asia lain.” Ujar Ibnu Sina. Menurut beliau kita memang perlu beberapa persiapan kedepannya untuk menghadapi hal ini.

Sebelumnya Walikota, Ibnu Sina beserta rombongan juga diterima oleh Director SEAMEO Mr. Gatot Hari Priowirjanto di Sekretariat SEAMEO Bangkok. Mr Gatot memaparkan program kerjasama pendidikan di 10 negara ASEAN khususnya vocational/kejuruan. Beliau mengharapkan Banjarmasin bisa mengikuti program ini.

Mr. Gatot juga menyampaikan melalui walikota banjarmasin bahwa pendidikan SMA/SMK yang telah diserahkan kepada provinsi maupun kota bukanlah masalah penting, mengingat pendidikan merupakan tanggung jawab dari kita semua.

 “Perlu ditegaskan yang menandatangi Mou tersebut dalah Pihak SMK 5 itu sendiri, kita mendampingi kegiatan tersebut dengan izin Gubenur.” Ujar walikota

Ibnu Sina juga tidak lupa memperkenalkan Kota Banjarmasin yang terus berkembang menjadi Kota Sungai dan memiliki kemiripan dengan Bangkok sebagai River City dan menyampaikan niatnya memiliki Little Banjarmasin di Bangkok dengan destinasi unggulan pariwisata sungai. Ibnu juga memberikan kain sasirangan khas banjar kepada Dr. Prasert Klinchoo dan karyawan E-Tech Collage yang hadir saat itu.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Hermansyah dan Ketua TPKK Kota Banjarmasin. (rie)