Sosialisasi peremajaan bajaj ini dalam rangka Control Progress Pemerintah Kota Banjarmasin dan penataan kembali transportasi di Kota Banjarmasin. Banjarmasin sebagai tujuan wisata, transportasinya merupakan bagian dari cerminan kota.

            Di Kota Banjarmasin, armada bajaj berjumlah 300 buah dan rata-rata sudah berusia diatas 10 tahun. Menurut hasil pendataan 2016 hanya 82 buah bajaj yang masih beroperasi, yakni di KM. 6, Pasar Malabar, Ramayana, Ujung Murung, Pasar Baru, RS. Ulin dan           Jl. Sutoyo S.

            Dalam arahannya Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin Drs. H. Hamdi, M.Si atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin menyampaikan apresiasi terkait peremajaan bajaj, saat ini warga Kota Banjarmasin masih memerlukan transportasi dan pengaturan rute-rutenya. Mengingat usia bajaj di atas 10 tahun sudah sepatutnya perlu peremajaan dan menggunakan bahan bakar gas terkait emisi dan tidak menimbulkan suara bising. Mudah-mudahan bisa disambut baik pengusaha bajaj sehingga masyarakat bisa menikmati fasilitas angkutan yang nyaman.

            “Agar bisa mensosialisasikan kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin kepada pemilik bajaj. Perlu adanya pendataan penghasilan pemilik bajaj untuk mengetahui kemampuan mereka. Akan melakukan revitalisasi/kajian-kajian terkait peremajaan bajaj. Perlunya campur tangan Pemerintah untuk menjadikan Kota Banjarmasin kota yang nyaman. Ke depannya Pemerintah Kota Banjarmasin mempunyai keinginan menyiapkan (Road Map) kendaraan/tranportasi BBG baik roda tiga atau roda empat”, ujar Hamdi.

            Pada kesempatan ini Perwakilan PT. Mega Lestari Mobilindo, Budi Dirgantoro melakukan ekspose Bajaj RE, dan dialog dengan Perwakilan Bank Kalsel, Perwakilan PT. Pertamina Banjarmasin dan jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin. (tie)