Dengan inisiatif mengenalkan dunia ekonomi kepada masyarakat terutama siswa/i, Himpunan Masiswa Jurusan Manajemen (HMJM) , STIE Indonesia Banjarmasin, mengadakan Economic Debate Competiton Days, Jumat (04/11). Lomba yang melibatkan 39 peserta terbagi menjadi 13 tim ini berasal dari 8 (delapan) sekolah yang ada dibanjarmasin, diantaranya SMAN 1, SMAN 7, MAN 2 Model, SMA Don Bosco, SMK 3, SMA 3, SMK 1 dan SMK Farmas ISFI.

            Dalam laporan ketua Panlak, Wandi Sanyota A. mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih siswa/i SMA Sederajat agar lebih kritis terhadap perekonomian Indonesia khususnya dalam lingkup ASEAN Free Trade Area (AFTA).

            Kegiatan yang dibuka langsung oleh Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, juga di hadiri oleh Ketua STIE Indonesia Banjarmasin, Drs. Jumiri Asiki, M.Si, Ak,CA. para petinggi STIE, para dosen dan beberapa kepala SKPD, serta para juri yang terdiri dari para ahli dibidangnya.

            Jumiri juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perjuangan untuk mencerdaskan anak bangsa terutama dibidang ekonomi.

            “Tunjukan bahwa kita mampu berprestasi untuk bangsa dan Negara, tidak hanya melalui demo semata.” Ungkap Jumiri

            Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina juga sempat sedikit bercerita tetang kehidupannya semasa pendidikan di bangku SMA. Beliau juga menegaskan sangat mendukung kegiatan debat tersebut, karena kegiata seperti ini dapat mengukur tingkat keunggulan SDM di Kalimantan Selatan khususnya kota Banjarmasin. Bukan hanya dibidang pendidikan saja tapi juga dalam kemampuan personal yang bisa digunakan dalam dunia kerja.

            “ketika kita memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), program ini menghajatkan adanya sebuah ketrapilan lain lagi, disamping skill/ketrampilan atas pekerjaan dan ilmu keahliannya, tetapi juga ketrampilan Bahasa.” Ujar Ibnu Sina

            Dalam kesempatan ini juga, Ibnu Sina menjelaskan bahwa terdapat kesenjangan dalam dunia pendidikan antara Indonesia dengan negara-negara ASEAN lain, sehingga ada ini semangat dari The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) untuk menyatukan pendidikan se-ASEAN sehingga memiliki kualitas yang sama. Hal ini pernah dibahas saat mendampingin SMK Negeri 5 dalam penandatangan MOU dengan E-Tech Collage Chonburi, di Thailand kemaren.

            “Beberapa upaya sedang dilakukan demi terwujudnya Banjarmasin sebagai pintu gerbang ekonomi Kalimantan, untuk mengembalikan Banjarmasin sebagai kota dagang dan jasa, diantaranya melahirkan 2.500 wirausaha baru berbasis UMKM baru dalam 5 tahun, dan dalam 2 tahun pertama tidak akan ada pembangunan gedung-gedung yang tinggi atau infastruktur yang bersifat megah, kami berfokus pada pembangunan ekmonominya.” jelas Ibnu Sina.

            Kegiatan debat ini akan berlangsung selama 2 (dua) hari dan akan membahas perkembangan ekonomi, bukan hanya di Banjarmasin, tetapi secara global.(rie)