Kegiatan ini merupakan refleksi dari peran utama TP PKK Kota Banjarmasin dan juga menggambarkan perannya sebagai mitra Pemerintah Kota Banjarmasin untuk mengajak warga Kota Banjarmasin dalam segenap upaya pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.
      TP PKK Pusat telah menetapkan unggulan program berkaitan dengan Pokja I dan Pokja II adalah pengasuhan anak dengan cinta kasih dalam keluarga. Hal inilah yang menjadi latar belakang pemberdayaan masyarakat.
      Dalam hasil Rakernas terakhir Tahun 2015 ditegaskan bahwa anggota PKK adalah Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak. Karena untuk pemberdayaan masyarakat perlu kerjasama dan tidak hanya terbebankan kepada ibu-ibu.
      Saat ini Kota Banjarmasin dihadapkan pada ancaman terhadap generasi muda berkaitan dengan kejahatan narkoba, kekerasan terhadap anak dan perempuan dan kondisi pernikahan usia dini yang cukup tinggi. Hal ini terkait tingginya kelahiran anak-anak kelompok ibu usia 15-19 tahun.
      Dalam rangka pemberdayaan ini sudah semestinya untuk menggerakkan diri kita dan mengajak jajaran pengurus di segala tingkatan sampai ujung tombaknya yaitu Dasawisma.
      Mengacu pada 10 program pokok PKK, tugas-tugas pemberdayaan yang dibebankan kepada TP PKK sedemikian luas. TP PKK Kota Banjarmasin mengapresiasi segala dukungan, arahan dari segenap SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam bersama-sama mengupayakan pemberdayaan masyarakat yang sebaik-baiknya.
      Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini, semoga menghasilkan sesuatu yang berarti untuk eksistensi lembaga PKK Kota Banjarmasin.
      Agar seluruh kader-kader PKK yang berhadir dan yang berada dimasyarakat dapat mengikuti arahan dan program-program sehingga menjadi mitra sejajar bagi Pemerintah Kota Banjarmasin dalam melaksanakan seluruh kegiatan pembangunan di Kota Banjarmasin.
      Kegiatan bermanfaat itu diantaranya, harus bisa memberikan perhatian lebih dari sudut pandang keluarga. Yaitu dari aspek pendidikan, aspek kesehatan seperti Posyandu, Penanganan gizi buruk, Penanganan penyakit menular, dan yang paling serius adalah Penyalahgunaan narkoba. Ibu-ibu bisa menjadi pendeteksi dini/pendeteksi awal apabila anak-anak terlibat narkoba. Ibu, ayah dan keluarga adalah ujung tombak pendeteksi dini terhadap seluruh penyimpangan dan penyakit sosial di masyarakat, khususnya terkait penyalahgunaan narkoba.
      Terkait Banjarmasin Baiman, Banjarmasin Barasih Wan Nyaman, ini penting untuk disosialisasikan ke masyarakat. Bukan karena penghargaan atau Adipura. Sudah seharusnya lingkungan kita bersih dan nyaman.
      “Kepada ibu-ibu himbauan kebersihan ini menjadi sangat ditekankan sekali karena Pemerintah Kota Banjarmasin sampai Kelurahan, Kecamatan, RT dan RW
terus digalakkan bersama terkait kebersihan. Ibu-Ibu di Kecamatan dan Kelurahan agar menggerakkan masyarakatnya peduli terhadap masalah kebersihan ini. Sehingga Banjarmasin Barasih itu betul-betul menjadi wujud dalam kehidupan kita”, ujar Ibnu Sina.
      Sambutan diakhiri dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (DAMAS) TP PKK Kota Banjarmasin Tahun 2016 secara resmi dibuka oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.
      Pada kesempatan ini Walikota Banjarmasin menyemangati hadirin dengan kalimat “Banjarmasin Bisa, Banjarmasin Barasih Wan Nyaman”.
      Narasumber Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (DAMAS) TP PKK Kota Banjarmasin Tahun 2016 adalah :
1. Drs. Madyan, M.Si (Kepala BKBPMP Kota Banjarmasin) dengan materi “Posyandu dan Evaluasi Dasawisma”.
2. Hayati, S.IP dengan materi “Konsep dan Strategi PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat)