Kota Banjarmasin merupakan salah satu dari 36 Kota di Indonesia yang melaksanakan perubahan penyaluran dari tunai menjadi non tunai, dan Kota Banjarmasin dijadikan Pilot Project di Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk Tahap 3 Tahun 2016 ini nantinya akan disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM)/peserta Program Keluarga Harapan sebanyak 1836 KPM, dengan total nilai Rp. 677.875.000,-(Enam Ratus Tujuh Puluh Tujuh Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah).

       Pada Tahun 2016 ini Kota Banjarmasin mendapatkan tambahan calon peserta PKH yang telah dilakukan validasi dan pertemuan awal oleh para pendamping dan operator PKH sebanyak 3378 orang dengan nilai bantuan yang disalurkan sebesar Rp. 1.853.087.500,- (Satu Milyar Delapan Ratus Lima Puluh Tiga Juta Delapan Puluh Tujuh Ribu Lima Ratu Rupiah), yang nantinya penyaluran bantuan sosial tersebut melalui BRI.

         Dukungan dalam pelaksanaan PKH, Pemerintah Kota Banjarmasin telah memberikan dana sharingsebesar 5% dari total dana yang telah dan akan disalurkan kepada warga Kota Banjarmasin dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

     Bantuan ini diterima per tiga bulan, bervariasi tergantung kategori/sesuai dengan kondisi keluarga peserta PKH, penerima dana terendah Rp. 112.500,- dan tertinggi Rp. 662.500,-.

         Penggunaan bantuan tersebut akan dievaluasi (ada komitmen). Bagi Ibu Hamil dan Anak Balita harus rutin memeriksakan kesehatannya ke Posyandu/ Puskesmas. Bagi anak sekolah (SD, SMP dan SMA), tingkat kehadiran disekolah di atas 85%. Apabila tidak memenuhi ketentuan/komitmen tersebut, maka bantuan akan dikurangi sebesar 10% perbulan.

      Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dalam sambutannya menyampaikan bahwa secara umum keluarga harapan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mengubah perilaku peserta keluarga harapan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan.

        Secara khusus program keluarga harapan bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan, dan taraf pendidikan serta meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi anak-anak rumah tangga miskin di Kota Banjarmasin.

     Program Keluarga Harapan dimaksudkan sebagai upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan sosial penduduk miskin sekaligus sebagai upaya memotong rantai kemiskinan.

         “Kepada penerima bantuan agar memanfaatkan bantuan ini secara lebih bijaksana, untuk kegiatan yang bermanfaat. Kepada lurah, agar mengawal penerima bantuan ini. Kalau ada data yang perlu diup date/diperbarui, pastikan para penerima bantuan menggunakannya dengan bijak. Bantuan sosial ini merupakan ikhtiar dari Pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan membuat keluarga di Kota Banjarmasin bisa lebih sejahtera”, ujar Ibnu Sina.

      Sambutan di akhiri dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” Penyerahan Bantuan Sosial Non Tunai Bagi Peserta Program Keluarga Harapan (PKH) secara resmi dimulai.

      Pada kesempatan ini Walikota Banjarmasin Ibnu Sina didampingi Wakil Pimpinan Wilayah BRI Banjarmasin Nunung Murdianto, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Drs. H. Esya Zain Hafizie, M.AP, Camat Banjarmasin Selatan Drs. M. Yusrin, Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Muspika Kecamatan Banjarmasin Selatan menyerahkan secara simbolis Kartu ATM dan Buku Tabungan BRI kepada perwakilan PKH yakni Rohani dan Jakiah.

          Walikota Banjarmasin dan rombongan juga meninjau pelaksanaan registrasi dan penggunaan Kartu ATM dimobil BRI.