Di Banjarmasin, katanya lagi, peluang untuk menumbuhkembangkan usaha baru sangat terbuka lebar. Itu mengingat bahan baku terutama bahan baku berasal dari limbah kayu untuk usaha pembuatan souvenir, tersedia cukup banyak. “Kita masih banyak bahan baku limbah kayu. Tapi yang terjadi saat ini limbah kayu kebanyakan dibakar, seandainya limbah kayu itu dimanfaatkan untuk membuat souvenir khas khas Kota Banjarmasin, tentunya akan membuka peluang usaha baru, dan orang yang berkunjung ke kota ini akan terkesan," katanya.

Diakuinya, menumbuhkan minat usaha dan mencetak pengusaha baru itu bukan pekerjaan mudah. Karenannya, Pemko Banjarmasin sangat mengapresiasi setiap kegiatan pembinaan yang dilakukan terhadap para pedagang kecil dan menegah.

Ibnu Sina pun berharap, kegiatan ini jangan dijadikan serimonial belaka, tetapi benar-benar diterapkan dalam kegiatan usaha sehingga bisa berdampak keberhasilan. “Saya ingin paling tidak 75 persen dari jumlah peserta ini yang setelah selesai kegiatan ini benar-benar menerapkan kegiatan ini dalam usahanya,” tandasnya.  

Kabid Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Koperasi Kota Banjarmasin, H Ansyari SE menjelaskan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk menumbuh kembangkan wirausaha baru, sesuai dengan visi dan misi Walikota Banjarmasin dalam lima tahun. “Kegiatan Bintek ini diikuti 25 orang wira usaha baru. Mereka terdiri dari 6 orang pengusaha air guci, 6 orang pengusaha souvenir kayu, 7 orang pengusaha kulit, dan 6 orang reperasi handphone,” jelasnya.

Sementara itu, Nara Sumber kegiatan tersebut, Kris Wibowo, dalam materinya berjudul Kewirausahaan, menekankan tentang motivasi para pedangan dalam berusaha, sehingga usahanya bisa maju. “Jadi orang menjalankan usaha itu motivnya bermacam-macam, ada yang karena kepepet, dan ada yang memang ingin berusaha. Jadi saya akan mengarahkan mereka untuk selalu menganalisa sebelum memulai usaha, kemudian melihat pangsa pasar dan memilih produk yang akan dijual, sehingga mereka bisa  menghitungnya, sehingga harganya bisa bersaing,” katanya.

Diharapkan, katanya lagi, setelah kegiatan ini, para peserta dapat memunculkan produk-produk spesifik daerah yang mampu bersaing di pasaran.(p-humas-bjm)