Bahkan,Budi Hartono, mengklaim, antusias yang ditunjukan masyarakat kota berslogan Baiman ini paling besar dibanding kota lainnya. “Dari 7 kota yang telah kami laksanakan pameran perumahan ini, ternyata pameran di Kota Banjarmasin adalah yang  paling sukses mendapat kunjungan. Dalam lima hari pelaksanaan pameran, kami mendapat kunjungan dari masyarakat kota ini sebanyak 10 ribu kunjungan, dengan nilai transaksi sekira Rp35,5 miliar, dan jumlah KPR 279 unit” ucap, saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan penutupan Pameran Perumahan Rakyat tahun 2016, di Duta Mall, Banjarmasin, Selasa (20/12).

Untuk 6 kota lainnya yang telah digelar pameran perumahan tersebut, jelasnya lagi, antusias masyarakat untuk mengunjungi stand pameran perumahan tersebut hanya mencapai 30 ribu kunjungan saja, dengan nilai transaksi Rp135,5 miliar dan jumlah KPR 1809 unit.  

Diharapkan, katanya lagi, masyarakat dengan pengembang dapat lebih mensosialisasikan lagi program ini sehingga masyarakat dapat memiliki rumah murah dan terjangkau

Sementara itu, Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah, menegaskan, pemerintah kota Banjarmasin akan terus mendukung dan berupaya masyarakat berpenghasilan rendah untuk bisa mendapatkan rumah murah dan terjangkau.

Karena itu, mantan anggota DPRD Kalsel ini berharap, para pengembang perumahan dalam berkarya hendaknya dapat menghasilkan rumah layak huni dengan harga yang terjangkau. “Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR khususnya PPDPP yang telah melaksanakan kegiatan pameran ini, banyak hal yang didapat masyarakat dari kegiatan pameran ini,” katanya, saat menyampaikan sambutannya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Jumat (16/12) Kementerian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, menggelar Pameran Perumahan Rakyat tahun 2016 di Duta Mall, Banjarmasin selama 5 hari.

Saat itu Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina menyatakan, Pemko Banjarmasin sangat mendukung program dari PUPR  RI, yang akan membangun rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, di kota berjuluk seribu sungai.

Selain akan memberikan kemudahan perizinan bagi para pengembang perumahan tersebut,  Ibnu juga mengharap semua stakeholder di kota berslogan Baiman, untuk mendukung program tersebut. “Saya harap  pihak PLN dan PDAM untuk mendukung program ini, jangan sampai rumahnya ada tapi tidak tersedia listrik dan air.” katanya.

Untuk para pengembang program perumahan tersebut, mantan anggota DPRD Kalsel ini meminta, agar memperhatikan hak-hak calon pembeli perumahan tersebut, seperti  ketersediaan fasilitas umum, akses jalan yang mudah dan melengkapi IMB untuk setiap rumah yang dibangun. (p-humas-bjm)