Bahkan, Walikota Banjarmasin ini menginginkan warga masyarakat berperan aktif dan segera melaporkan ke aparat berwenang, bila mengetahui di lingkungan tempat tinggal mereka terjadi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. “Jangan sampai dilingkungan kita ada anak terlantar atau ada korban KDRT, seperti peristiwa yang terjadi di Keluarahan Sungai Andai beberapa waktu lalu. Ulun kada handak di Banjarmasin ada kejadian seperti itu lagi,” ucapnya, saat memberikan sambutannya, dalam kegiatan Penyerahansecara simbolis Bak Sampah dan Gerobak Sampah kepada warga jalan Kelayan Besar II, Simpang Limau, RT 07, RW 01, Banjarmasin Selatan, Jumat (23/12).

Dalam kegiatan yang dipusatkan di halaman Madrasah Darul Khairat, Kelurahan Tanjung Pagar itu, suami Hj Siti Wasilah ini juga mengajak warga setempat untuk mensukseskan seluruh program Pemko Banjarmasin, diantaranya perbaikan drainase dan program wajib mengaji.

Khusus untuk program wajib mengaji, Ibnu Sina berharap, agar semua lapisan masyarakat kota bermotto Kayuh Baimbai untuk melaksanakannya setiap hari. “Saat waktu magrib, anak-anak usia sekolah yang lagi bermain di luar rumah, tolong segera disuruh masuk ke rumah, dan segera solat berjamaah di rumah atau di langgar, kemudian dilanjutkan dengan mengaji sampai waktu solat isya tiba, sehingga apa yang dilakukan anak-anak kita dapat terpantau semua,” harapnya.

Kegiatan yang juga dihadiri Camat Banjarmasin Selatan dan Lurah Tanjung Pagar itu, juga dirangkai dengan penandatanganan prasasti Pembuatan Jalan Paving Block, penyerahan 20 buah bak sampah dan 3 unit grobak sampah sepeda, dari Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), bekerja sama dengan Pemko Banjarmasin dan Dirjen Cipta Karya Kemenpupera, kepada warga setempat.

Masih menurut Ibnu Sina, penyerahan bantuan tersebut bertujuan agar ke depannya semua lingkungan di Kota Banjarmasin tertata rapi, sehingga bisa benar-benar menjadi kota yang barasih dan nyaman (Baiman).

Harapan lain yang juga dilontarkan politisi Partai PKS ini adalah, agar Badan Keswadayaan Masyarakat dapat melaksanakan peran dan fungsinya dengan baik. “Bertindak selaku koordinator non partisanm non profit, dan peduli dengan usaha-usaha untuk memperkuat kapasitas dan daya tawar masyarakat miskin,” harapanya.

Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan upaya penanggulangan kemiskinan yang mandiri dan berbasis masyarakat, serta berkelanjutan.(p-humas-bjm).