Ya… Minggu malam (25/12) itu, kawasan yang dulunya bernama Kampung Murung Pelalaan ini sangat ramai dengan kehadiran masyarakat yang ingin bertatap muka dan mendengarkan langsung tausyiah dari Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina. “Pak Ibnu Sina itu orangnya sangat familiar dengan masyarakat. Jadi Tampulu (mumpung-red) walikotanya merakyat, makanya kami undang untuk memberikan tausyiah diperingatan maulidan ini,” ujar salah seorang pengurus Langgar Miftahul Jannah, yang memiliki nama depan sama dengan nama Walikota Banjarmasin,  Ibnu.

Masih menurut pria berumur sekira 60 tahun itu lagi, masyarakat Kelurahan Tanjung Pagar mengundang orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai itu, tidak untuk tujuan apa-apa. Mereka hanya meninginkan, suami hj Siti Wasitah itu memberikan siraman rohani, dan bersilaturahmi dengan masyarakat setempat. “Kami tidak berharap apa-apa dari pak Ibnu Sina. Sidin (dia-red) datang saja kami sudah senang. Soalnya Pak Ibnu Sina itu sudah kami anggap seperti keluarga,” ucapnya.

Saat rombongan Ibnu Sina datang, masyarakat yang sedari tadi menungu, langsung menyalaminya. Usai beramah tamah sebentar dengan warga, Ibnu Sina lalu masuk dan duduk di dalam langgar yang terbuat dari kayu ulin itu.

Dalam tausyiahnya, polisi partai PKS ini menceritakan tentang riwayat Nabi Muhammad SAW, dari  lahir hingga akhir hayatnya.

Dikatakannya, rentang waktu antara zaman Nabi Isa AS dengan kehadiran Nabi Muhammad SAW sekira 600 tahun lamanya. Sehingga, terangnya, di rentang waktu yang cukup lama itu, manusia  pada waktu itu banyak yang berperilaku jahiliyah. “Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal tepatnya di tahun gajah. Beliau lahir di tengah-tengah masa jahiliyah. Pada usian 4 tahun, hati beliau dibersihkan oleh malaikat Jibril, selanjutnya pada umur 12 tahun beliau berniaga ke Negeri Syam (suriah-red), dan pada umur 25 tahun beliau menikah dengan Siti Khadijah, hingga umur 63 tahun beliau wafat,” ujarnya.

Lebihlanjut Ibnu Sina menjelaskan, Nabi Muhammad SAW adalah nabi penyempurna yang di utus untuk menutup risalah kenabian di muka bumi. “Kenapa jadi dikatakan penutup risalah kenabian, karena di zaman Nabi Muhammad SAW agama Islam sudah disempurnakan. Jadi jangan mencari lagi agama lain selain Islam. Islam adalah agama paling sempurna di muka bumi,” jelasnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri Camat Banjarmasin Selatan itu, Ibnu Sina juga tak lupa berpesan agar masyarakat yang bermukim di kawasan yang pernah menjadi Kampung Karang Taruna terbaik se Kalsel ini, untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. “Cintai Nabi, hidupkan sunahnya, salah satunya dengan menjaga kebersihan, jangan membuang sampah di sungai, buanglah sampah pada tempatnya,” pungkasnya.(p)