Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Komplek Perguruan Muhammadiyah Cempaka, tepatnya di halaman Masjid Al Jihad, Jalan Cempaka 2 Banjarmasin itu, Ibnu Sina kembali mengatakan, kerjasama disegala bidang terutama dibidang pendidikan antara Pemko Banjarmasin dengan Pengurus Muhamadyah Wilayah Kota Banjarmasin, yang selama ini terjalin diharapkan terus dilakukan dan lebih ditingkatkan. “Pemerintah Kota Banjarmasin berterima kasih atas kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Ke depannya diharapkan agar lebih bisa meningkatkan kerjasama untuk mewujudkan Banjarmasin sebagai kota Baiman,” katanya.

Kegiatan Milad tersebut, selain diisi dengan tablig akbar oleh DR HM Ali Taher, juga dilakukan serangkaian penyerahan penghargaan, yang salah satunya adalah piagam penghargaan atas pengabdian di Muhammadyah sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM)  Kota Banjarmasin. Penyerahan piagam penghargaan tersebut, dilakukan oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Ketua PDM Kota Banjarmasin Dr H Maskur dalam sambutannya mengatakan, sejumlah keunggulan untuk memacu amanat dalam muktamar yang baru-baru tadi dilaksanakan, telah dilakukan oleh PDM Kota Banjarmasin.

Diantaranya, terangnya, meningkatkan mutu pelayanan di lingkungan masjid Al Jihad, dengan membangun escalator yang diharapkan bisa memudahkan para jamaah untuk melaksanakan ibadahnya. “Ini keunggulan unik yang bisa dibanggakan, tentu kita bangga dengan keunggulan ini, dan hal ini bisa dijadikan pilot project dalam rangka memacu amanat muktamar,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris PD Muhammadyah Kota Banjarmasin, Nurdin Syahril mengatakan, dalam rangka mewujudkan keunggulan dan kemajuan bangsa di era persaingan ini, muhammadiyah memandang pentingnya pembangunan karakter.

Karakter manusia yang diharapkan muhammadiyah, terangnya, dicirikan oleh kapasitas mentalitas yang utama seperti keterpercayaan, ketulusan, kejujuran, keberanian, ketegasan, ketegeran dan kuat memegang prinsip. “Manusia yang berkarakter kuat dan melekat dengan kepribadian bangsa yaitu manusia yang memiliki sifat relijius, moderat, cerdas, mandiri, berilmu, serta mempunyai relasi social dan solidaritas yang konstruktif dalam kehidupan kolektif,” ujarnya saat menyampaikan sambutan pimpinan pusat Muhammadiyah.

Lebih lanjut dikatakkannya, untuk membangun karakter emas itu diperlukan pendidikan yang mencerahkan dengan menjadikan agama sebagai sumber nilai utama kehidupan. “Karena itu, denggan upaya melakuan pembangunan karakter bangsa, Muhammadiyah sedang dan akan terus meningkatkkan peran dakwah dan tajdid pencerahan menuju terbentuknya keadaban bangsa yang berkemajuan,” pungkasnya.(p)