Menurut Ibnu Sina, penghargaan kepada seluruh anggota BCSR itu dilakukan mengingat kepeduliannya selama ini, dalam membantu warga dan pemerintah, mewujudkan visi misi Banjarmasin Barasih Wan Nyaman (Baiman). “Sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada, CSR merupakan sebuah strategi yang digunakan perusahaan untuk mengakomodir kebutuhan dan kepentingan stakeholdernya.” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Senin (13/03).
Lebihlanjut Ibnu Sina mengatakan, perusahaan-perusahaan di Kota Banjarmasin harus memberikan kontribusi dan berpartisipasi dalam rangka pembangunan kota, khususnya dalam hal penggunaan dana-dana CSR.
Dikatakannya lagi, keberadaan perusahaan juga harus memberikan dampak positif bagi masyarakat disekitar. Karena itu diharapkan, dengan kegiatan yang telah dilaksanakan, disamping dapat memberikan manfaat koordinasi, juga semakin meperkokoh peran dan dampak sosial. “Selain itu manfaat ekonomi juga untuk mendorong pengembangan yang sifatnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), melalui program pemberdayaan masyarakat yang memiliki usaha-usaha produktif,” katanya.
Sementara itu, Ketua BCSR, Yuli Harmini, menjelaskan ditahun 2016 lalu, ada empat program kegiatan yang telah dilaksanaka BCSR, diantaranya pemetaan implementasi realisasi dana CSR, sosialisasi program CSR bekerjasama dengan mitra, persiapan peluncuran website BCSR, dan partisipasi anggota BCSR dalam program sosial pemerintah Kota Banjarmasin. “Program-program yang sudah dicanangkan ditahun 2016 tersebut sudah dilaksanakan. Namun hanya ada dua program dari Pemerintah Kota yang bisa diimplementasikan atas dukungan dari anggota BCSR Kota Banjarmasin.” jelasnya.
Untuk tahun 2016 lalu, kata Yuli Harmini lagi, BCSR juga melakukan kerjasama dengan Disperindag Kota Banjarmasin.
Bentuk kerja samanya, bebernya, dengan menggelar kegiatan pasar murah dan memberikan bingkisan berupa paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. “Dalam kegiatan tersebut target kami 52 kelurahan, tetapi dalam pelaksanaannya hanya bisa terealisasi di 19 kelurahan,” katanya.
Kegiatan yang dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian, Setdako Banjarmasin, Kabag Kesra Setdako Banjarmasin dan seluruh anggota BCSR itu dirangkai dengan rapat anggota BCSR, dengan tujuan untuk mengsinkronkan kegiatan pembangunan daerah dengan keberadaan CSR dan penyalurannya. (humpro-bjm)