Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi stand pameran yang semuannya menampilkan produk sasirangan.

Menurut Hj Siti Wasilah, kegiatan BSF memang ditujukan sebagai ajang promosi kerajinan kain sasirangan, sehingga produk unggulan Kota Banjarmasin ini tidak hanya dikenal di Kalsel saja, tetapi juga dikenal hingga tingkat nasional.

Tak hanya itu, Hj Siti Wasilah juga jelaskan, dengan kegiatan BSF ini, maka semua pengrajin, designer dan semua unsur terkait, mempunyai wadah untuk berkreatifitas. “Kami mendorong BSF menjadi event tahunan yang masuk dalam kalender Pariwisata Kota Banjarmasin, sehingga diharapkan bisa mewujudkan visi dan misi kepala daerah untuk mendorong geliat pariwisata di Kota Banjarmasin,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya.

Dalam kegiatan yang dihadiri langsung Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Hj Raudatul Jannah Sahbirin Noor itu, Hj Siti Wasiah juga membeberkan rangkaian acara yang berlangsung 3 hari dari tanggal 17 hingga 19 Maret 2017 .

Dikatakannya lagi, jumlah stand pameran Dekranasda dalam event ini terdiri 32 buah, dengan pesertanya dari Dekransda Provinsi dan Dekranasda 13 kabupaten/kota se Kalsel. “Ditambah stand pameran 5 kecamatan se Kota Banjarmasin, kemudian rumah kreatif, komunitas pencinta sasirangan, asista dan stand sponsorship,” terangnya.

Untuk hasil lomba masak kue gagodoh, terangnya lagi, masakannya bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat umum yang hadir.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, produksi kain sasirangan jika dikemas dengan baik, tentu akan memiliki daya tarik dan nilai jual kepada masyarakat dan para wisatawan, baik domestic maupun manca Negara. “Nilai sebuah produk tentu akan sangat dipengaruhi oleh kualitas produk itu sendiri, serta teknik pengemasan barang yang akan ditampilkan, sehingga barang yang disajikan memiliki daya tarik bagi konsumen,” ucapnya.

Demikian juga dengan harga barang yang ditawarkan, katanya lagi, konsumen dapat memilih barang yang baik meskipun harganya mahal. Tetapi alangkah lebih baiknya lagi jika barang yang ditawarkan itu memiliki kualitas baik dan dengan harga yang terjangkau. “Hukum ekonomi menyatakan demikian, dan memang sudah lazim terjadi dimasyarakat,” katanya.

Untuk itu, Ibnu Sina mengharapkan, kedepannya semua produk kain sasirangan mampu bersaing dengan produk-produk kain dari daerah lain.

Ketua Dekransda Provinsi Kalsel Hj Raudatul Jannah Sahbirin Noor menyatakan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan BSF 2017.

Dikatakannya,  kegiatan tersebut mengindikasikan adanya sebuah kreatifitas yang harus dipromosikan dan diperkenalkan ke masyarakat luas. “Saya meyakini, Kalsel memiliki beragam potensi dan banyak memiliki anak muda yang kreatif. Ini merupakan modal utama pembangunan industri kreatif di daerah kita,” ujarnya.

Istri Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor ini pun berharap, produk lokal bisa lebih diperkenalkan di tingkat nasional, baik oleh masyarakat umum, terutamanya oleh para public figure. “Dengan begitu, kain sasirangan akan bisa lebih dikenal ke seluruh nusantara, bahkan dunia. Hal ini secara tidak langsung akan berdampak pada potensi lainnya yang dimilik Provinsi Kalsel,” pungkasnya.(humpro-bjm)