Di tahun 2017 ini, jumlah peserta lomba angkat lumpur dan sampah berjumlah 400 orang, terbagi dalam 40 kelompok. Sedangkan hadiah yang dipersiapkan panitia untuk para pemenang lomba tersebut antara lain, juara pertama Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, juara ketiga Rp3 juta, juara harapan satu Rp2 juta dan uang pembinaan untuk kelompok sebesar Rp1 juta.
Peserta dalam lomba tersebut terdiri dari masyarakat sekitar kawasan Sungai Teluk Dalam, komunitas peduli sungai, pelajar dan mahasiswa sedangkan jam pelaksanaannya dari pukul 09.00 hingga pukul 10.00 Wita.
Menurut Kasubag Tata Usaha, Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, Ardiansyah, peringatan Hari Air Dunia ke XXV ini, pihaknya telah melaksanakan beberapa rangkaian aksi nyata. Pertama, terangnya, penanaman 1000 pohon di Taman Hutan Rakyat (Tahura), Mandiangin, Banjarbaru. Kemudian pembagian tempat sampah di 10 unit sekolah dasar, dan lomba mengangkat lumpur dan sampah di Sungai Teluk Dalam, Kota Banjarmasin. “Tujuan dilaksanakannya pembagian tempat sampah itu untuk mengedukasi para murid tingkat sekolah dasar tentang pentingnya menjaga kebersihan, sedangkan untuk lomba angkat lumpur dan sampah bertujuan memotivasi masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan khususnya kebersihan sungai,” jelasnya.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 101 Antasari, Kolonel (kav) Yanuar Adil, Dandim 1007, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Dirut PDAM Banjarmasin itu, serta Kementerian Air tanah dan Air Baku, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
Balai Wilayah Sungai Kalimantan II dalam riliesnya menyatakan, kegiatan lomba mengangkat lumpur dan sampah ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat selamatkan sungai dan membiasakan pola hidup sehat, mengelola sampah dengan baik, tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga lingkungan terutama pada musim penghujan.(humpro-bjm)