Menurut Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, Pemko Banjarmasin sangat mengapresiasi pihak swata yang telah mengambil langkah dalam bidang usaha, sehingga ikut menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota Barasih wan Nyaman (Baiman). “Nyaman di sini itu maksudnya nyaman berusaha. Siapa pun yang berusaha nyaman, siapa pun dia. Kegiatan membuka usaha ini sangat seiring dengan program Pemko Banjarmasin yang ingin menciptakan wirausaha baru,” ujarnya.

Dijelaskannya, di tahun 2016 lalu, Pemko Banjarmasin telah berhasil menciptakan sekira 450 wirausahawan baru. Pembinaan terhadap wirausaha baru itu bertujuan, terangnya, untuk membangun perekonomian masyarakat Kota Banjarmasin . “Untuk dua tahun ke depan, arah pembangunannya ditujukan untuk membangun perekonomian. Nanti memasuki tahun ketiga, baru akan dilakukan pembangunan yang bersifat fisik,” ungkapnya.

Mudah-mudahan, ucap Ibnu Sina lagi, dengan adanya usaha pembangunan perekonomian kemudian dilanjutkan dengan pembangunan fisik, akan semakin banyak orang datang ke Kota Banjarmasin. “Nanti sungai di sepanjang Jalan Veteran akan menjadi reflikanya sungai di Negara Korea. Dimana nanti sungainya berada tepat di tengah jalan. Dan sudah ada jaminan dari bank dunia untuk pembiayaannya sampai 5 tahun ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PT. BUS, Bejorianto mengatakan, target usaha dagang yang ditawarkan PT BUS di outlet yang baru diresmikan, tidak hanya terbatas pada kalangan sekolah ukhuwah saja, tetapi mencakup seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, untuk target pengembangan outlet market, bebernya, akhir tahun nanti akan diupayakan sudah berdiri sekira 5 outlet market ukhuwah di lima tempat berbeda di Kota Banjarmasin.(humpro-bjm)