Selain mendapatkan pengetahuan tentang agama, para santri di pesantren ini juga akan diberikan bekal pengetahuan umum lainnya, seperti wawasan nusantara, dan bahaya tentang Narkoba.

Kegembiraan para santri kian lengkap ketika melihat Walikota Banjarmasin Ibnu Sina membuka secara resmi kegiatan tersebut, serta memberikan kenang-kenangan berupa kain sorban kepada dua orang santri yang telah mengaji Alquran di atas 10 juz. “Insyaallah selama berada di dalam Masjid akan terjaga semua kebaikan para santri. Gunakan kesempatan ini untuk menimba ilmu, menambah pengetahuan dan menambah kawan,” pesan Ibnu Sina, Sabtu (03/06).

Selain itu, lanjut Ibnu Sina, dengan mengikuti kegiatan pesantren Ramadan ini, nantinya akan menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan sepanjang hidup. “Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat bagi pian-pian semua. Nanti, 5 atau 10 tahun yang akan datang, masing-masing akan bercerita pernah mengikuti pesantren Ramadan ini, dan akan menjadi kenangan yang insyaallah akan selalu diingat,” ujarnya.

Ketua FKDM Banjarmasin Utara, Suriansyah menjelaskan, pesantren Ramadan tersebut merupakan hasil kerja angkatan muda Masjid Al Iklas dan FKDM Kecamatan Banjarmasin Utara. “Ini  angkatan pertama. Awalnya kami hanya menargetkan sekira 150 orang santri saja, tetapi yang mendaftar ternyata diluar dugaan hingga mencapai 200 orang. Kami sangat bersyukur kegiatan ini didukung masyarakat dan pemerintah. Pesantren ini kegiatannya setiap sabtu dan minggu selama bulan Ramadan,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, M Rifky mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk membentuk generasi muda, yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.  “Karena generasi muda merupakan asset bangsa yang sangat berharga,” ucapnya.

Bertemakan “Dengan Ramadan Kita Bentuk Generasi Muda yang Bertaqwa dan Beriman” tampak hadir Kepala Kesbangpol Kota Banjarmasin, Kepala BNN Kota Banjarmasin, KemenagKota Banjarmasin, Camat Banjarmasin Utara, Lurah Sungai Andai, serta para tokoh masyarakat setempat.(humpro-bjm)