Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, kegiatan penukaran uang oleh masyarakat ini merupakan sebuah tradisi bila menjelang lebaran idul fitri. “Ada satu kebiasaan masyarakat bila berlebaran tidak hanya menggunakan pakaian baru, tetapi juga memiliki uang baru untuk disedekahkan. Kas Keliling ini untuk membantu masyarakat menukarkan uangmereka,” ucapnya saat menyampaikan sambutannya.

Untuk tahun 2017 ini, metode yang digunakan perbankan dalam melayani masyarakat adalah dengan cara sistem  paket. Jadi setiap masyarakat yang hendak menukarkan uangnya, mereka hanya diperbolehkan maksimal sebesar Rp3,7 juta. “Mudah-mudahan dengan sistem ini dapat memudahkan masyarakat.,” katanya.

Ibnu Sina menegaskan, penukaran uang yang marak dipinggir jalan itu tidak boleh dilakukan, apalagi di kawasan jalur hijau. “Saya menghimbau kepada masyarat bila hendak menukarkan uang, cari tempat yang resmi saja,” imbaunya.

Deputi kepala Perwakilan Bank Indonesia, M Irwan, kegiatan kas keliling ini setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Tahun 2016 lalu, jelasnya, bank yang bergabung berjumlah 10 unit, kemudian meningkat menjadi 14 bank.

Dari informasi terhimpun, Di Pasar wadai, kas keliling dibuka mulai tnggal 12,14, 16, dan 22 Juni sekira pukul 13.00-16.00. Sedangkan di Pasar Sudimampir, kas keliling buka pada tanggal 15 Juni sekira pukul 09.00 sampai 12.00.

Sedangkan kawasan Masjid Sabilal Muhtadin, kas keliling buka pada tanggal 13 dan 21 Juni, 09.00 -12.00. (humpro-bjm)