Kadis Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Muhyar mengatakan, pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin akan terus mengalami peremajaan. Upaya tersebut dilakukan, agar kota berjuluk seribu sungai ini bisa benar-benar Barasih wan Nyaman (Baiman). “Kami memiliki TPS dengan sistem 3 R. TPS tersebut bantuan dari pemerintah pusat. Ke depan, kami akan melakukan pemilahan sampah kering dan sampah basah langsung dari rumah tangga,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Bank Sampah Induk Kota Banjarmasin, Faturahman, menjelaskan, dari pengelolaan sampah yang sudah dilakukan sejak tahun 2010 itu, Kota Banjarmasin telah berhasil mendapat tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekira Rp12,5 miliar.

Tak hanya itu, Fathurahman juga menerangkan tehnik menarik minat masyarakat agar bersedia mengelola bank sampah di kawasan perumahan mereka masing-masing. “Awalnya kami juga cukup sulit mengajak masyarakat untuk mengelola sampah. Tapi sejalan waktu akhirnya kami menemukan caranya, satu diantaranya dengan mengikuti kegiatan yasinan ibu-ibu. Jadi setelah yasinan, baru kami presentasi, dan alahmdulillah, respon yang diberikan para ibu-ibu sangat bagus,” katanya.

Kunjungan kerja itu dirangkai dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan saling bertukar cendera mata berupa plakat kota.(humpro-bjm)