Keaktifan para pengurus FKMB itu, jelasnya, membuktikan AD ART organisasi tersebut berjalan sesuai yang diharapkan.

Menjawab ajakan dari Ketua Alumni FKMB Malang, Irwansyah, yang ingin ikut berkontribusi dalam pencapaian visi misi pembangunan di Kota  Banjarmasin, Ibnu Suna kembali menegaskan ia dan jajaran Pemko Banjarmasin siap menerima tawaran tersebut. “Ini merupakan sebuah tawaran yang sangat luar biasa, dan saya berserta jajaran Pemko Banjarmasin siap bergandengan tangan bersama FKMB Malang untuk membangun Kota Banjarmasin sebagai kota Baiman,” tegasnya.

Hal lain yang juga diterangkan Ibnu Sina adalah tentang motto Baiman. Katanya, Baiman (Barasih wan Nyaman) merupakan sebuah spirit sekaligus filosofi untuk membangun Kota Banjarmasin agar ke depannya lebih baik lagi.

Di dalam RPJMD Kota Banjarmasin, bebernya, ke depannya Banjarmasin akan dijadikan sebagai kota sungai pintu gerbang perekonomian Kalimantan. “Kami sudah bersepakat dengan DPRD Banjarmasin untuk menjadikan Banjarmasin sebagai  kota sungai, pintu gerbang ekonomi Kalimantan 2025. Sampai sekarang di Indo tidak ada river city. Banjarmasin lah pewaris sah kota seribu sungai. Di Banjarmasin terdapat 142 sungai dengan 52 orang pemangku sungai. Jadi satu sungai dijaga oleh satu orang pemangku,” katanya.

Mudah-mudahan, harapnya, dengan adanya kesadaran dari seluruh warga Kota Banjarmasin kebersihan sungai dapat lebih ditingkatkan lagi, sehingga bisa menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota Sungai Terindah di Indonesia. “Mohon doanya, agar suatu saat nanti kita semua dapat mengatakan kepada para wisatawan, selamat datang di Kota Banjarmasin, Kota Sungai Terindah di Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, dalam kegiatan pelantikan pengurus FKMB Malang, yang terpilih sebagai ketua FKMB Malang periode 2017 – 2018 adalah Muhammad Ikhwan.(humpro-bjm)