Menurut Ibnu Sina, kegiatan inpeksi mendadak itu dilakukan untuk menjalin sinergisitas antara Pemko Banjarmasin dengan jajaran Forkopimda Kota Banjaramsin, untuk menekan peredaran Narkoba dan zenit di kota ini. “Pemko Banjarmasin akan terus berupaya menekan agar peredaran Narkoba dan obat-obatan terlarang seperti zenit tidak lagi beredar bebas di kota ini. Salah satu caranya dengan melakukan kegiatan ini,” ujarnya, Jumat (28/07).

Selain menggelar inpeksi mendadak, lanjutnya, usaha lain yang dilakukan Pemko Banarmasin untuk menekan peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang adalah dengan membentuk Kampung Baiman.

Kampung Baiman, jelasnya, selain untuk mencegah peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang, juga untuk memberikan rasa aman bagi anak– anak dan kaum perempuan di kota ini.

Menyinggung tentang hasil inpeksi mendadak yang telah dilaksanakan, Ibnu Sina kembali menyatakan, penindakan terhadap para pengunjung THM yang diduga melakukan pelanggaran, diserahkan ke aparat kepolisian.

Dari pantauan, kegiatan inpeksi mendadak itu, di mulai dengan melakukan pemeriksaan di ruang karaoke Nassa Banjarmasin.

Di tempat tersebut petugas selain melakukan pemeriksaan identitas juga melakukan pemeriksaan urine. Hasilnya, tiga orang pengunjung karaoke terpaksa dibawa ke kantor polisi untuk dimitai keterangannya.

Petugas kemudian melanjutkan kegiatannya dengan mendatangi karaoke yang ada di Armani Hotel. Hasilnya, seorang pengunjungnya, kembali dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangannya.

Dan sebelum mengakhiri kegiatannya, petugas juga melakukan inpeksi mendadak di  Hotel Pesona. Sejumlah pengunjung tempat hiburan tersebut yang hendak pulang, sempat diperiksa petugas, namun karena tidak ditemukan hal-hal yang mecurigakan, mereka akhirnya diperbolehkan pulang. “Dalam kegiatan ini, kami juga mengontrol jam tayang tempat hiburan,” pungkas Ibnu Sina.(humpro-bjm)