Kedatangan para pejabat yang sedang melaksanakan pendidikan tersebut, diterima langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, di aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Senin (21/08).

Menurut Pimpinan Diklatpim, H Suroyo, untuk periode tahun 2017 ini kegiatan Benchmarking ke Best Practice sengaja dilaksanakan di Kota Banjarmasin.

Hal tersebut dilakukan, terangnya, mengingat banyak keunggulan yang dimiliki kota berjuluk seribu sungai ini dalam hal inovasi dan kepemimpinan. “Biasanya kami melaksanaka kegiatan di Pulau Jawa. Tapi khusus periode ini kami melaksanakan di Kota Banjarmasin. Saya yakin di Kota Banjarmasin banyak keunggulan yang mampu memberikan inspirasi dan inovasi kepada para peserta diklat ini,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri juga oleh Ketua BKDPP Kota Banjarmasin H A Syaffri Azmi, Suroyo juga menjelaskan tentang kedudukan Pusdiklat Regional Bukit Tinggi. Katanya, Pusdiklat Bukit Tinggi merupakan bagian Kemendagri.  “Seluruh Indonesia Pusdiklat ada 4 regional, salah satunya di Bukit Tinggi. Untuk tahun 2017 ini ada 10 angkatan, dan peserta dari Bukit Tinggi terdiri dari berbagai daerah,” katanya.

Sementara itu, Wakil walikota Banjarmasin Hermansyah menyatakan, sangat bangga dan mengapresiasi kedatangan para peserta Diklatpim Tingkat III, angkatan V dan VI di Kota Banjarmasin.

Hermansyah berharap, ke depannya, Kota Banjarmasin bisa terus dijadikan sebagai salah satu tujuan untuk kegiatan Benchmarking ke Best Practice bagi para peserta Diklatpim yang sedang menjalankan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, mantan anggota DPRD Kalsel ini menjelaskan tentang Kota Banjarmasin yang dikenal sebagai kota tua di Indonesia. Tak hanya itu, Hermansyah juga memperkenalkan beragam destinasi wisata unggulan kota ini. “Di Indonesia belum ada kota sungai. Untuk itu, Kota Banjarmasin akan mengambilnya dan menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota sungai terindah di Indonesia,” katanya.(humpro-bjm)