Pemberian dana segar untuk dua Perusda tersebut diketahui saat Sidang Paripurna Pembicaraan tingkat I dan II atas penyampaian Raperda Prakarsa kepala Daerah tentang Penambahan Penyertaan Modal Kota Banjarmasin kepada PT Bank Kalsel dan PDAM Banjarmasin.

Menurut Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, tujuan dikucurkannya dana penambahan modal bagi kedua perusahaan tersebut agar dapat meningkatkan perekonomian dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) berdasarkan prinsip-prinsip perusahaan. “Dengan adanya penambahan modal ini diharapkan dapat lebih memperkuat permodalan Bank Kalsel,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya, Kamis (31/08).

Penambahan modal untuk Bank Kalsel itu dilakukan mulai tahun 2018 hingga tahun 2021, dimana setiap tahunnya Pemko Banjarmasin akan menyalurkan bantuan permodalan sebesar Rp15 miliar. “Untuk itu, kami dari Pemko Banjarmasin sedang menyiapkan payung hukumnya,” katanya.

Selain PT Bank Kalsel, lanjutnya, untuk bantuan permodalan bagi PDAM Banjarmasin dilakukan sejak tahun 2015 dengan jumlah Rp7.099.826.697, berdasarkan laba yang disetorkan PDAM pada tahun buku 2015.

Kemudian ditahun 2016, Pemko Banjarmasin memberikan tambahan modal sebesar Rp8.200.720.686, yang berasal dari laba yang disetorkan PDAM pada tahun buku 2016.

Di tahun 2017, dana yang diberikan untuk penambahan modal bagi perusahaan air minum itu berdasarkan RKAP PDAM tahun 2017 sebesar Rp4.231.868.658.

Tahun 2018, rencananya tambahan permodalan akan diberikan sebesar Rp7.483.718.262, berasal dari proyeksi laba tahun tersebut.

Di tahun 2019, bantuan permodalan berasal dari proyeksi laba tahun tersebut , maka permodalan yang akan diberikan berjumlah sebesar Rp10.504.981.066.

Sedangkan  Tahun 2020, bantuan permodalan berasal yang berasal dari proyeksi laba tahun tersebut, maka permodalan yang diberikan Pemko Banjarmasin sekira Rp13.014.087.025. “Selain penyertaan modal Pemda kepada PDAM sampai tahun 2021, penyertaan modal untuk PDAM bisa juga berasal dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi bahkan bantuan luar negeri, baik hibah maupun jenis bantuan lainnya,” pungkasnya.

Selain membicarakan tentang Raperda tersebut, dalam sidang Paripurna yang dihadiri seluruh kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin itu, juga dirangkai dengan sidang Paripurna dalam rangka Pengantar Nota Keuangan Rancanagan Perubahan APBD Kota Banjarmasin.

Untuk APBD-P tahun 2017 ini, pembiayaan daerahyang dianggarkan sekira 1.520.093.907.112. Dana sebesar itu, kata Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, mengalami kenaikan sebesar Rp38.148.121.112.

Dari hasil pandangan 9 fraksi yang ada di DPRD Kota Banjarmasin, seluruh fraksi menerima usul penambahan modal dan perubahan anggaran dalam APBD-P tahun 2017 ini.(humpro-bjm)