Menurutnya, dengan adanya kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan bisa menciptakan kondisi yang kondusif di masyarakat kota seribu sungai. “Untuk menata Kota Banjarmasin yang masyarakatnya heterogen dibutuhkan strategis khusus dalam rangka menghindari konflik internal dan eksternal, dan sebagai warga negara yang baik kita harus dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menciptakan kondisi tersebut,” ujarnya, dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Sosial, Setda Kota Banjarmasin Gazi Akhmad.

Kegiatan sosialisasi ini, katanya lagi, sangat strategis dalam menumbuhkan rasa kebersamaan untuk menbangun persatuan dan kesatuan bangsa.

Diharapkan, ucapnya, melalui sosialisasi tersebut akan tercipta tali silaturahmi antara pemerintah Kota Banjarmasin denganpara tokoh agama, tokoh masyarakat, Ormas Kepemudaan dan para mahasiswa. “Pemerintah kota juga selalu mengajak semua pihak untuk membangun daerah ini, dalam bentuk peran serta mewujudkan Kota Banjarmasin Baiman,” tandasnya.

Sementara itu, anggota MPR RI Drs Zainut Tauhid Sa’adi Msi dalam sambutannya mengatakan, diusianya yang ke 72 tahun, Bangsa Indonesia kerab mengalamai berbagai cobaan. Namun begitu, jelasnya, dari setiap cobaan yang datang, bangsa ini selalu berhasil mengatasinya. “Bahkan, cobaan yang datang itu telah menjadikan bangsa ini semakin kuat,” ucapnya.

Mengapa bangsa Indonesia menjadi kuat, terangnya, lantaran bangsa ini memiliki dasar yang kuat untuk bertahan dari berbagai cobaan, yakni beragama. “Sehingga ketika kita mengalami kesulitan, kita akan mengembalikan semua kesulitan yang datang itu kepada pemilik alam semesta. Hal ini tentu berbeda dengan orang yang tidak memiliki agama, mereka cenderung akan putus asa,” katanya.

Dengan memiliki dasar agama yang kuat, jelasnya, maka manusia Indonesia akan mengajarkan nilai-nilai yang baik untuk membangun negara. “Ini yang saya katakan sebagai modal masyarakat untuk hidup bermasyarakat,” ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri peserta sebanyak 351 orang itu, menghadirkan nara sumber dari Jakarta, diantaranya Prof Dr H Hamka Haq MA, Ir H Ashar Romli Msi, Moreno Soeprapto, H anton Sukartono Suratto dan H Ahmad Nawardi S Ag.Humpro-bjm)