Ajakan tersebut disampaikan orang nomor satu di kota seribu sungai mengingat fungsi MUI adalah sebagai khadimul ummah (pelayan umat), wasilah wa wasithah ummah (perantara dan penengah umat). “Saya menghimbau MUI bisa berupaya semaksimal mungkin menggerakan kepemimpinan dan kelembagaan yang dinamis dan efektif, sehingga mampu melaksanakan fungsinya sebagai khadimul ummah, wasilah wa wasithah ummah, penengah umat serta sebagai penegak amar ma’ruf nahi mungkar. Sehingga pada gilirannya akan menurunkan tingkat kejahatan dan penyimpangan dimasyarakat dan memberikan semangat, untuk menegakkan ajaran-ajaran Islam, serta ikut mewujudkan kondisi kehidupan kemasyarakatan yang baik,” ujarnya, dalam sambutannya yang disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Banjarmasin Gazi Akhmadi, saat kegiatan Musda VII tahun 2017 MUI Kota Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Selasa (12/09). Berdasarkan kerangka acuan, jelasnya, MUI baik di tingkat pusat maupun di daerah, telah dikelola sebagai wadah perkhitmatan umat yang moderat, merangkul semua unsur, bekerjasama dengan semua pihak, dan peka dalam mensikapi permasalahan yang dihadapi umat. “ Itu semua dijadikan standarisasi penyelenggaraan organisasi MUI di semua tingkatan. Berdasarkan kerangka acuan yang demikian, maka musyawarah daerah MUI kota Banjarmasin kali ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan peran pengurus MUI, di tengah-tengah masyarakat maupun kegiatan sosial keagamaan, sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi yang bersesuaian dengan harapan bangsa,” terangnya. Diharapkan, katanya lagi, Musda VII tahun 2017 ini dapat terlaksana dengan baik, sehingga MUI sebagai wadah musyawarah para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim Indonesia dapat tumbuh sebagai sebuah organisasi perkhitmatan umat yang sehat. Mekanisme organisasi yang berjalan dengan baik, program-program yang dikerjakan ada permusyawaratan dan ada penerimaan yang baik dari masyarakat dan umat. Musda VII tahun 2017 bertemakan Memantapkan Peran Ulama Dalam Membangun Banjarmasin yang Relijius dan Baiman (Barasih wan Nyaman ) itu, bertujuan untuk menetapkan program kerja serta memilih kepengurusan MUI Kota Banjarmasin tahun 2017-2022. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum MUI Provinsi Kalsel, Kapolresta Kota Banjarmasin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin. (humpro-bjm)