Buktinya, kota berjuluk seribu sungai ini dinyatakan sebagai satu-satunya kota di Indonesia yang menyelenggarakan Hari Puisi. “Dari seluruh kota di Indonesia, Kota Banjarmasin satu-satunya daerah yang ikut menyelenggarakan Hari Puisi,” ujar Penyair Senior Asrizal Nur, dalam sambutannya, saat kegiatan Parade Puisi, dalam rangka Memperingati 5 tahun Hari Puisi, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, (03/10). Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 1 hingga tanggal 4 Oktober itu, diikuti Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dhakiri dan para Walikota yang salah satunya Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina. Hebatnya, dari beberapa orang kepala daerah yang akan tampil dalam pagelaran tersebut, H Ibnu Sina dinobatkan sebagai pembaca puisi pertama. Di atas panggung, di gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu membacakan puisi berjudul Bandarmasih karya Hijas Yamani. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB itu, ditonton oleh ratusan pasang mata. Para penoton yang sebagian besar anak muda itu, terlihat antusias mendengarkan H Ibnu Sina membacakan puisi tersebut. Sementara itu, Ketua Yayasan Hari Puisi Maman S Mahayana, perayaan Hari Puisi Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun agar dapat menumbuhkan kebanggaan pada kebudayaan bangsa. “Menempatkan puisi sebagai bagian dari perjuangan membangun karakter bangsa, juga memberikan perhargaan yang layak pada penyair dan karyanya. Masyarakat pun dapat mengapresiasi sebagai langkah menghargai karya kreatif bangsa sendiri,” katanya. Rangkaian kegiatan hari puisi di samping menggelar sayembara Buku Puisi, Parade Puisi, Malam Anugerah, dan Panggung Apresiasi, juga akan menerbitkan Buku Biografi Penyair ‘Apa dan Siapa Penyair Indonesia’.(humpro-bjm)