Satu diantaranya Ir O.H. (Obbe) Norbruis. Arsitek asal Netherland yang kini sedang menyelesaikan tulisannya tentang bangunan Zaman Belanda di Indonesia, mempertanyakan dua buah bangunan peninggalan zaman Belanda yang terletak di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah. The Javasche Bank, yang dibangun tahun 1923 dan kini menjadi Gedung Bank Indonesia dan Escompto Bank yang dibangun tahun 1931 dan pada tahun 1980 menjadi Kantor Bank Bumi Daya. "Obbe bertanya kepada saya tentang keberadaan 2 buah bangunan Belanda yang berlokasi di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin yang dibangun 1923 untuk the Javasche Bank, saat ini Gedung Bank Indonesia. Kemudian bangunan kedua yg dibangun 1931 untuk Escompto Bank yang pada tahun 1980 menjadi kantor Bank Bumi Daya. Katanya, bangunan tersebut menarik perhatiannya karena keunikan design arsitektur dilahan basah yang berbeda dengan bangunan Belanda di tempat lain," ujar Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Rabu (11/10). Orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai ini berada di negara kincir angin, dalam rangka kegiatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Cities Sharing Event, di Rijswijk Kota Den Haag, Belanda. Dihadapan para tamu kehormatan di Den Haag, H Ibnu Sina memaparkan profile serta beragam wisata yang ada di Kota Banjarmasin, Dan dalam kegiatan yang diikuti 7 orang Walikota Indonesia itu, suami Hj Siti Wasilah ini juga berkesempatan memberi cinderamata berupa kain sasirangan khas Kota Banjarmasin dan maskot boneka bekantan kepada tamu kehormatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Dubes RI untuk Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja, Presiden Indonesia Diaspora Network (IDN) Mr Ebed Litaay, warga Indonesia dan para expert pemerhati sosial budaya. Para Walikota lainnya seperti Walikota Tidore, Walikota Ternate, Walikota Probolinggo dan Walikota Malang juga memaparkan tentang jalur rempah nusantara, dengan maksud agar diakui UNESCO sebagai warisan dunia.. Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan juga pameran tentang kerajinan serta foto tentang Banjarmasin, hasil karya para fotografer Bumi Kayuh Baimbai yang tergabung dalam komunitas Aura Borneo. Untuk diketahui, JKPI Cities Sharing Event, dilaksanakan dari tanggal 7 hingga 14 Oktober 2017. Kegiatan yang diikuti para kepala daerah di Indonesia yang tergabung dalam JKPI itu bertujuan, untuk berbagi pengalaman tentang pelestarian bangunan kuno, arsitektur lanskap atau seni pertamanan, kemudian bagaimana menjaga warisan kota serta apa saja kriteria kota yang nyaman untuk dapat ditempati.(humpro-bjm)