Hal tersebut disampaikan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, saat membaca sambutannya dalam kegiatan pemilihan Utuh dan Aluh Duta Sasirangan 2017. “Baru siang saya mendapatkan pesan whatsapp dari Dubes Indonesia di Kopenhagen, Denmark dan juga Dubes Indonesia di Belanda, mereka meminta dikirimkan kain sasirangan yang kalau diizinkan, akan dijadikan sebagai salah satu seragam wajib untuk seluruh pegawai Kedutaan disana,” ujarnya, Rabu (18/10). Karenanya, orang nomor satu di Bumi Kayih Baimbai ini menyatakan terima kasih dan apresiasnya kepada semua pihak yang telah mengangkat kain sasirangan hingga dikenal sampai manca negara. “Terima kasih kepada seluruh pihak, terutama kepada penggiat, termasuk juga kepada ibu ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, karena sudah membina para pengrajin sehingga kain sasirangan menjadi salah satu yang terkenal hari ini,” katanya. Sementara itu, dalam kegiatan pemilihan Utuh dan Aluh Sasirangan Tahun 2017, yang terpilih sebagai pemenangnya ialah, Pangku Fadhani dan Regita Cahya F. Pangku Fadhani atau akrab disapa Pangku, lahir di Kota Banjarbaru 14 Juni 1998. Mahasiswa semester 3 Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru ini memiliki hobi melukis. Selain itu, ia juga aktif berorganisasi, diantaranya anggota organisasi himpunan mahasiswa perikanan tangkap nasional, dan menjadi pasukan pengibar bendera pusaka Kabupaten Banjar tahun 2014. Sedangkan Regita Cahya F atau biasa disapa Rere, merupakan gadis kelahiran Kota Balikpapan, 1 Februari 1998. Sekarang ia tercatat sebagai mahasiswa aktif di Politeknik Negeri Banjarmasin, jurusan Administrasi Bisnis. Dara manis ini juga aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Bisnis. Selain mendapakan beragam hadiah, putra dan putri terbaik kota Baiman ini, juga mendapatkan undangan dari Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, agar berhadir dikegiatan pameran sekaligus promosi sasirangan di Kota Batam.(humpro-bjm)