Kegiatan susur sungai tersebut mengambi rute di kawasan Sungai Kelayan. Lokasi tersebut sengaja dipilih mengingat Sungai Kelayan merupakan kawasan cukup padat penduduk dan merupakan lintasan alat transportasi sunagi (klotok). “Kampungnya memang sudah padat, otomatis aktivitas sungainya sangat padat sekali, dan saya lihat dari sungai aktivitas warga sangat tinggi sekali, tetapi yang menarik ada sebagian rumah menghadap sungai, kemudian tadi ada taksi klotok, yang mengangkut para pekerja yang bekerja di Banjarmasin, pulang pergi mereka menggunakan kelotok tersebut dengan tarif Rp2 ribu, jauh dekat,” katanya.(humpro-bjm)