Kegiatan yang dihadiri para kepala daerah dan para pejabat lingku Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarmasin itu, Ibnu Sina juga para peserta kongres adalah orang-orang yang selama ini begitu perhatian terhadap kondisi lingkungan, termasuk juga tentang keberadaan sungai-sungai yang ada di Indonesia. “Ternyata kita semua punya kepedulian yang sama bahwa kalau masa depan Indonesia ada di laut, maka sesungguhnya masa depan daerah-daerah di Indonesia ada di sungai-sungai kita yang terbaik. Karena sungai lah peradaban itu dimulai, peradaban-peradaban besar dunia, itu lahir dari sungai-sungai,” ucapnya. Selain sebagai tempat peradaban, terangnya lagi, sungai bila dijaga dan dipelihara dengan juga bisa dijadikan salah satu tujuan wisata. “Siapa yang bisa menjaga sungai dengan baik, maka sesungguhnya daerah itu akan menjadi tujuan wisata dan tujuan orang-orang untuk mendatanginya. Karena inilah sebuah kesadaran baru kami di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan, bahwa sungai adalah beranda depan kita, adalah water front city kita dan itu adalah suatu kesadaran yang tidak terlambat karena sudah dituangkan dalam peraturan daerah tentang RPJMD kota Banjarmasin yang juga sinkron dengan visi misi pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” bebernya. Diharapkan, lanjutnya, dengan kehadiran seluruh penggiat-penggiat sungai dan pejuang-pejuang lingkungan, dari kota Banjarmasin tunjukan kepada Indonesia, bahwa sungai adalah urat nadi kehidupan yang tidak bisa dipisahkan dari bangsa ini. Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Kota Banjarmasin yang telah bersedia menjadi tuan rumah Kongres Sungai ke III.(humpro-bjm)