Untuk diketahui, Kongres Sungai Indonesia Pertama dilaksanakan di Banjarnegara dengan melahir Maklumat Serayu. Kemudian disusul Kongres ke dua di Kota Malang yang juga telah melahirkan sebuah maklumat. Kini KSI III di dilaksanakan di Kota Banjarmasin dan rencanannya KSI IV akan dilaksanakan di Kota Jakarta. Lebih lanjut Ibnu Sina mengatakan, peradaban-peradaban dunia, lahirnya dari sungai yang ada disekitarnya. Begitu pula kota-kota di Indonesia, terangnya, pertumbuhannya dan perkembangannya dari sungai, hingga menjadikan sungai sebagai urat nadinya. "Tidak terkecuali Kota Banjarmasin yang bulan September lalu merayakan hari jadi kota ke-491, kota ini tumbuh bersama dengan peradaban dunia itu," ucapnya. Acara pembukaan KSI III yang dihadiri oleh Sekda Provinsi Kalsel, Gubernur Jawa Tengah, Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, Perwakilan Menteri PUPR, Perwakilan Menteri Lingkungan Hidup, dan Perwakilan Menteri Kelautan dan Perikanan, serta tokoh masyarakat Kota Banjarmasin itu, Ibnu Sina juga meminta seluruh lapisan masyarakat untuk mensukseskan KSI III. Ketua Panitia Pelaksana KSI III Syaiful Adhar mengatakan, sesuai tema besar kegiatan ini yakni tentang peradaban sungai dan kejayaan maritim, maka diharapkan KSI III mampu menghasilkan keputusan keputusan yang cerdas dan bukan keputusan sekedar wacana. Persoalan sungai, lanjutnya, jangan dijadikan persoalan biasa dalam kebijakaan pemerintahaan, terutama pemerintahan pusat. Pembukaan KSI III, juga dirangkai dengan kegiatan menebar 10 ribu bibit ikan patin di Peraian Sungai Martapura, sekaligus menyaksikan Parade Jukung Budaya, dan pameran KSI III. Selain itu, dalam event tersebut juga dilaksanakan diskusi panel dimana Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina didaulat menjadi narasumber, dan dilanjutkan dengan solat magrib dan solat hajat serta solat isya berjamaah dalam rangka KSI II, yang kemduian dilanjutkan lagi dengan Pagelaran Seni dan Budaya Banjarmasin, di kawasan Siring Menara Pandang, Banjarmasin.(humpro-bjm)