Untuk itu, Hermansyah menghendaki pengelolaan sistem persampahan yang dilakukan Bank Sampah ke depannya dapat semakin baik. “Di Banjarmasin terdapat 205 unit Bank Sampah. Pemko Banjarmasin sangat mendukung pengelolaan sampah yang dilakukan Bank Sampah. Saya berharap, pertemuan Rapat Koordinasi Asosiasi Bank Sampah Indonesia ke 1 (ASOBSI) dapat menghasilkan metode dan langkah kerja terbaik untuk penanganan masalah sampah,’ ujarnya, saat membuka kegiatan tersebut di Hotel Banjarmasin Internasional,” Kamis (2/11).. Lebih lanjut Hermmansyah mengatakan, seiring berjalannya waktu dengan semakin mudahnya akses informasi didapatkan masyarakat, terutama informasi mengenai bank sampah, maka masyarakat mulai berlomba-lomba dalam mengelola sampah. “Hal ini sangat membantu Pemko Banjarmasin dalam mengurangi timbunan sampah yang dihasilkan setiap harinya,” katanya. Sementara itu, Direktur Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah, Ditjen Lingkungan Hidup, Kementerian Lingkungan Hidup, R Sudirman, tujuan dilaksanakannya kegiatan Rakor untuk membahas langkah kerja dan pemantapan kinerja Asobsi, sehingga semua yang dikelola Bank Sampah bernilai. “Plastik kresek yang dulu tidak ada value, sekarang ada. Saya harap hal seperti ini akan menjadi program kerja,” cetusnya.(humpro-bjm)