Tak hanya itu, orang nomor satu di Bumi Antasari ini juga berjanji, bila tahun 2020 nanti Provinsi Kalsel terpilih sebagai lokasi pelaksanaan MTQ tingkat Nasional, ia akan membuat panggung MTQ lebih dasyat lagi. “Ini yang terdasyat. Pertama kalinya dilaksanakan di sungai. Bila 2020 nanti Provinsi Kalsel terpilih, akan dilaksanakan lebih dasyat lagi,” ucapnya, saat menyampaikan sambutannya, Jumat (03/11). Sementara itu, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengatakan, jumlah kafilah dalam MTQ Nasional XXX tingkat Provinsi kalsel tahun 2017 sebanyak 1020 orang yang terdiri dari Bnajarmasin 90 kafilah, Kota Banjarbaru 60 kafilah, Kabupaten Batola 70 kafilah, Kabupaten Banjar 85 kafilah, Kabupaten Tapin, 60 kafilah, Kabupaten HSS 80 kafilah, Kabupaten HST 75 kafilah, Kabupaten HSU 75 kafilah, Kabupaten Balangan 90 kafilah, Kabupaten Tabalong 80 kafilah, kabupaten Tanah Bumbu 65 kafilah, dan Kabupaten Kotabaru 100 kafilah. “Fasilatas yang disediakan panitia untuk para kafilah petugas penghubung, alat transportasi, dan akomodasi, dimana masing-masing kafilah kabupaten dan kota disediakan 20 kamar gratis dari panitia,” jelasnya. Diterangkan orang nomor satu di kota seribu sungai ini lagi, kegiatan MTQ tersebut dilaksanakan dari tanggal 1 sampai 9 November 2017, dengan lokasi lomba tersebar di sepuluh tempat, diantaranya Masjid Jami Pelajar Mulawarman, panggung utama Siring Tendean, Masjid jami Sungai Jingah, Masjid Al-Anshar, Masjid Miftahul Jannnah, Panggung Siring depan Balai Kota Banjarmasin, Masjid At Taqwa, Aula Telkom Banjarmasin, Hotel Jelita dan Aula Taman Budaya,” bebernya. Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani, Sekda Provinsi Kalsel Abdul haris Makkie, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti wasilah dan Wakil Ketua TP PKK 1 dan II Kota Banjarmasin Hj Siti Fatimah dan Hj Aneta Olpah, serta para kepala daerah se Kalsel, kegiatan MTQ dirangkai dengan pembagian door prize oleh Walikota Banjarmasin dan penampilan Wali Band dari ibukota.(humpro-bjm)