Hal ini diketahui setelah tim penilaian standarisasi kota ramah anak datang dan melakukan penilaian di Kota Banjarmasin serta melakukan ekspos hasil penilaian di Ruang Rapat Berintegrasi, Balai Kota Banjarmasin, Selasa (7/11) Dari hasil ekspos dengan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina yang diikuti Asisten Bidang Pemerintahan dan Sosial Gazi Akhmadi serta jajaran SKPD lingkup Pemko Banjarmasin itu, tim penilai menyatakan, RTB-TBRA yang akan dibuat nanti, juga akan dilengkapi dengan sarana berolahraga serta taman bermain untuk permainan tradisional, serta taman bunga. Selain itu, tim penilai juga menjelaskan maksud dilakukannya penilaian yang mereka lakukan yakni untuk melakukan identifikasi serta memberikan output desain, dengan harapan kualitas sarana dan prasarana RTH di Kota Banjarmasin dapat mengacu pada aspek, keindahan, kenyamanan, serta keserasian. Sehinggga dapat meningkatkan kemampuan pemerintah dalam menyiapkan RTH. Menanggapi hal tersebut, orang nomor satu di Kota Banjarmasin menyatakan, tahun 2018 nanti sudah ada gambaran atau bentuk perubahan di Taman Kamboja Banjarmasin, dengan desain yang lebih baik. Untuk diketahui, sekitar pertengahan Bulan Oktober lalu, Tim Penilaian Standarisasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) dari Kementerian Pemberdayaan, Perempuan dan perlindungan Anak RI, mengunjungi Kota Banjarmasin. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Banjarmasin Hamli Kursani menegaskan, RTH-RBRA di Kota Banjarmasin sangat diperlukan, untuk memberikan ruang kepada masyarakat khususnya anak-anak dalam menyalurkan bakat dan kemauannya. Selain itu, kata Hamli lagi, keberadaan RTH-RBRA di kota berjuluk seribu sungai juga sangat penting, untuk menghindari perilaku anak-anak yang bermain tidak sesuai dengan norma-norma kebudayaan. “Terima kasih kepada pihak kementerian yang telah bersedia datang ke Kota Banjarmasin. Dan untuk keberadaan RTH-RBRA ini, saya menilainya sangat penting. Sehingga anak-anak di kota ini memiliki ruang untuk bermain,” ujarnya, dalam sambutannya saat itu. Ke depannya, Hamli berharap, RTH-RBRA di kota ini dapat dibangun disetiap kecamatan dan kelurahan, sehingga seluruh komponen masyarakat terutama anak-anak dapat memanfaatkan. “Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, ke depannya Pemko Banjarmasin bisa menambah RTH-RBRA di kecamatan dan keluarahan, sehingga terpenuhi standar jumlah RTH-RBRA dalam sebuah kota,” pungkasnya. Tim Penilaian Standarisasi dari kementerian yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari para Ahli Ruang Bermain Ramah Anak, diantaranya, Dr Martinus Bambang Susetyanto dari Universitas Trisakti, Jakarta, kemudian Dr Dermawati DS dari Universitas Trisaksi, Jakarta, M Bascharul Asana SE MT dari PT MA Sertifikasi. Pembangunan RTH-RBRA di lapangan Kamboja sudah direncakan Pemko Banjarmasin awal tahun 2017 tadi. Dalam desain yang telah dirancang, selain dilengkapi, fasilitas bermain ramah anak, dan taman bunga, di Lapangan Kamboja juga akan dibuatkan air mancur menari.(humpro-bjm)