Untuk rencana jangka pendek, terang orang nomor satu di kota seribu sungai ini, lokasi kawasan tugu monumen tersebut akan disterilkan dari area parkir. Sehingga, katanya lagi, ketika ada kegiatan atau keluarga para pahlawan dan masyarakat yang hendak mengunjungi monumen tersebut, mereka dapat leluasnya berada di kawasan tersebut. “Untuk rencana jangka pendek. Nanti kami coba koordinasikan dengan dishub, agar kawasan tugu ini monumen ini bisa dibebaskan dari kawasan parkir,” ujarnya. Selain tentang keberadaan tugu monumen perjuangan tersebut. Dalam kegiatan yang diikuti jajaran Fokopimda Kota Banjarmasin, para Asisten, para kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin itu, Ibnu Sina juga menerangkan tentang rumah perjuangan 9 November yang lokasinya tak jauh dari tugu monumen tersebut. Katanya, apabila pihak ahli waris berkenan, maka rumah perjuangan tersebut bisa dijadikan rumah untukmengenang perjuangan pahlawan 9 November. Namun, jelasnya lagi, hingga saat ini pihak Pemko Banjarmasin dan pihak ahli waris belum ada pembicaraan. “Silahkan saja kalau ahli waris bersedia karena memang itu merupakan rumah bersejarah juga,” katanya. Kegiatan peringatan hari Pahlwan yang jatuh setiap tanggal 10 November diperingati jajaran Pemko dengan melaksanakan kegiatan upacara bendera di Halaman balai Kota Banjarmasin. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi tugu perjuangan masyarakat Kota Banjarmasin di kawasan kelurahan Pangambangan, Banjarmasin Timur, dan menyerahkan bantuan dari Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah kepada para ahli warisnya Selanjutnya, Walikota beserta jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin dan para kepala SKPD meletakan karangan bunga di tungu monumen pertempuran masyarakat Kota Banjarmasin di halaman KPPN Banjarmasin. Dari informasi terhimpun, 9 orang Pahlawan Kota Banjarmasin yang gugur dalam pertempuran tanggal 9 November 1945 itu antara lain, Badran, Badrun, Utuh, Umar, Tarin, Juma’in, Sepa, Dullah, dan Pa’ma’rupi.(humpro-bjm)