Selain itu, lanjut Ibnu Sina bantuan tersebut hendaknya benar-benar dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga. “Bapak Jokowi sudah mengingatkan janganlah digunakan untuk membeli rokok. Kemudian Ibu Menteri juga mengingatkan harus tepat sasaran karena itu sifatnya adalah bantuan,” katanya Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, mantan anggota DPRD Kalsel ini kembali berharap, jumlah kemiskinan bisa berkurang dan masyarakat kategori miskin dapat lebih berdaya, sehingga tercapai program penanganan kemiskinan secara nasional yang sesuai dengan misi dan visi Kota Banjarmasin. “Ini pertama kali di sosialisasikan di Indonesia karena Banjarmasin dianggap memiliki data best paling bagus yang updatenya setiap saat, jadi data jumlah miskin itu terdata dengan baik,” pungkasnya. Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Esya Zain Hafizie menyatakan, program validasi masyarakat miskin yang ditangani pihak Dinas Sosial Kota Banjarmasin merupakan program terbaik se Indonesia. “Alhamdulillah dengan adanya program tersebut pimpinan daerah dapat dengan cepat bisa melihat perkembangan masyarakat miskin di kota Banjarmasin. Dan dengan adanya data tersebut yang menjadi tertanggung bukan hanya lansia, tetapi disabilitas juga kita bantu. Jadi bukan hanya masyarakat miskin saja yang kita bantu, nanti juga ada rumah yang tidak layak huni kita bantu dengan memindahkannya ke PUPR,” katanya. Dari data terhimpun, jumlah bantuan yang diberikan Pemerintah kepada setiap keluarga miskin sekira Rp 1.800.000, pertahun. Sedangkan jumlah e-Warung yang tersedia sampai hari ini sekira 29 unit yang tersebar di sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin.(humpro-bjm)