Pasalnya, dalam kegiatan yang dihadiri sekira 8000 orang pendidik itu, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengumumkan, di akhir tahun 2017 ini, Pemko Banjarmasin akan memberikan SK bagi para tenaga guru honorer yang linier. “Seribu tujuh ratusan lebih jumlah guru guru yang ada. Dan yang harus di SK kan sembilan ratusan guru honorer yang linier. Sisanya itu yang tidak linier, bagaimana yang tidak linier, apakah ada aturan atau tidak ada aturan kalau di SK kan, ini ada konsekuesinya atau tidak, kalau tidak ada konsekuesi keanggaran dan juga tidak ada aspek yang dilanggar, ya saya lebih cenderung di SK kan saja semuanya,” ujar H Ibnu Sina, disela-sela menyampaikan arahannya, Sabtu (25/11). Dijelaskan Ibnu Sina lagi, sebagai pendidikan, seorang guru sudah seharusnya memiliki sumber daya manusia yang baik. Tujuannya, terangnya, agar mereka dapat menghasilkan anak didik yang berprestasi. “Bagaimana kita menghasilkan pendidikan yang bagus kalau SDM nya tidak bagus. Sebaliknya kalo SDM guru nya bagus, insyaallah anak didik kita juga akan bagus,” katanya Diharapkan, dengan adanya tenaga pendidik yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik, maka ke depannya anak-anak kota seribu sungai dapat lebih berprestasi. “Kami berharap, sebagai barometer pendidikan Kalimantan Selatan, perestasi anak didik kita bisa membanggakan dan prestasi para guru jauh lebih bagus kedepannya,” ucapnya. Menyinggung tentang kegiatan upacara tersebut, orang nomor satu di Bumi Kayuh Baimbai ini menyatakan, sebagai momentum terbaik untuk para guru. Mengingat perjuangan para guru untuk bangsa dan negara tak ternilai harganya. “Saya harap para guru yang sudah bersertifikasi dan sudah mendapatkan hak hak nya, bisa menjadikan program pendidikan kita lebih baik lagi kedepannya,” harapnya. Kegiatan upacara yang dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, jajaran Forkopimda lingkup Pemko Banjarmasin, Kadis Pendidikan Kota Banjarmasin Totok, Sekretaris Disdik Kota Banjarmasin Syarwani, dan Ketua PGRI Kota Banjarmasin itu, dirangkai dengan pembagian door prize untuk para guru yang mengikuti kegiatan upacara tersebut.(humpro-bjm)