Terlebih saat ini pemerintah pusat telah mencanangkan dua kabupaten di Kalsel yakni Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tanah Laut masuk dalam proyek strategis nasional untuk pengembangan kawasan industri. Karena itulah, sebagai Ibukota Provinsi Kalsel, Pemko Banjarmasin menyatakan dukungan terhadap kegiatan Pemprov Kalsel tersebut. Bahkan, Pemko Banjarmasin menyatakan siap menerima dengan tangan terbuka bagi para investor yang ingin menanamkan investasinya di kota seribu sungai atau bermukim di Kota Banjarmasin. “Kami dari Pemko Banjarmasin sangat mendukung dengan program Pemprov Kalsel yang ingin menarik investor agar menanamkan investasinya. Silakan para investor datang dan menanamkan investasinya, dan kami harap mereka bisa menetap di Kota Banjarmasin,” ujar Wakil Walikota Hermansyah, saat mengikuti kegiatan Forum Investasi Kalimantan Selatan tahun 2017, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (27/11) Sekda Provinsi Kalsel Abdul Haris Makkie menyatakan, sarana infrastruktur agar para investor dapat leluasnya datang, melihat dan menanamkan investasinya di Provinsi Kalsel semuanya telah dipersiapkan jajaran Pemprov Kalsel. “Infrastruktur pendukung investasi, seperti jalan, pelabuhan dan bandar udara, kami sangat siap. Di tahun 2019 nanti, insya allah pengembangan Bandara Syamsudin Noor akan selesai, dan menjadi salah satu bandara termegah di Indonesia,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. Disamping itu, lanjutnya, dari sisi keamanan, Kalsel merupakan wilayah teraman di Indonesia mengingat gejolak dari para tenaga kerja, kemudian sengketa lahan antara perusahaan dengan masyarakat hampir bisa dikatakan tidak ada. “Investor tidak perlu khawatir tentang kondisi keamanan di Kalsel. Sekali lagi saya tegaskan, berinvestasilah di Kalsel. insya allah, kita akan menuai hasil yang sama-sama menguntungkan. investor suskses, pembangunan di Kalsel lebih maju, dan masyarakat pun turut merasakan peningkatan kesejahteraan,” jelasnya. Dalam kegiatan yang dihadiri para kepala daerah lingkup Pemprov Kalsel dan para pengusaha nasional itu, Abdul Haris Makkie juga menyampaikan 10 potensi investasi strategis Kalsel, diantaranya, Traditional floating market dan wisata budaya banjar, dengan nilai investasi sebesar Rp1 triliun, di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kota Banjarbaru. Kemudian kawasan industri Batulicin, dengan nilai investasi sebesar Rp33 triliun, yang berlokasi di Kabupaten Tanah Bumbu, kawasan industri jorong, dengan nilai investasi sebesar Rp41 triliun, di Kabupaten Tanah Laut, Aero City Syamsudin Noor, dengan nilai investasi sebesar Rp16,6 triliun, di Kota Banjarbaru. Pembangunan pembangkit listrik pada bendungan Tapin, dengan nilai investasi Rp2,18 triliun, di Kabupaten Tapin. Pembangunan pembangkit listrik pada bendungan kusan, dengan nilai investasi Rp3 triliun, di Kabupaten Tanah Bumbu. Pembangunan sport city, dengan nilai investasi Rp1,5 triliun, di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Geopark pegunungan Meratus, dengan nilai investasi 1 triliun di Kota Banjarbaru. Kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata Loksado, dengan nilai investasi sebesai Rp2 triliun, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kawasan wisata riam kanan, Tahura dan sekitarnya, dengan investasi sebesar Rp1 triliun di Kota Banjarbaru.(humpro-bjm)