Betapa tidak, saat itu selain di tengah mereka hadir Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, para penyandang difabel ini juga mendapatkan tongkat dan kursi roda bagi penyandang dari para penyelenggara kegiatan tersebut. Hj Siti Wasilah menegaskan, semua kaum difabel di Kota Banjarmasin memiliki hak yang sama dan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan. Selain itu, istri Walikota Banjarmasi ini juga menyatakan, dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, bisa menjadi spirit baru untuk seluruh lapisan masyarakat. “Anak anakku dari difabel, mudah mudahan ini menjadi spirit baru untuk kita semuanya, tidak ada diskriminasi dan juga perbedaan, kita semua memiliki hak yang sama untuk pendidikan, untuk akses pelayanan dan sebagainya, dan mudah mudahan Allah SWT mengirimkan berkah nya untuk kita semua,” ucapnya. Hj Siti Wasilah juga menyampaikan apresiasinya kepada himpunan mahasiswa program studi pendidikan, yang sudah melaksanakan kegiatan tersebut. “Ini luar biasa dan saya apresiasi yang setinggi tingginya kepada Ketua Prodi Pendidikan Luarbisa beserta seluruh jajaran PLD FKIP ULM, yang telah memeriahkan Hari Difabel Internasional 2017,” pungkasnya. Dari pantauan, hadir dalam kegiatan tersebut sekira 295 peserta terdiri dari, SLBN Martapura, SDLB Sungai Paring, SMPLB Sungai Paring, SMALB Sungai Paring, SMALB Keraton Martapura, SDN Gadang 2, SDN Banua Anyar, SLB Pelambuan, SLB Banjarbaru, dan SLB C Negri Pembina. Menariknya, semua peserta tersebuitdatang dengan mengenakan pakaian adat berbagai provinsi di Indonesia. (humpro-bjm)