Wahana Tata Nugraha merupakan program nasional untuk meningkatkan penyelenggaraan kinerja transportasi perkotaan. Ada 297 Kabupaten/Kota/Provinsi di Indonesia yang masuk dalam program nasional ini. Banjarmasin merupakan kota terakhir yang dikunjungi Tim Penilai WTN setelah Kotabaru, Banjarbaru dan Martapura.
    Dalam sambutannya Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyampaikan selamat datang di kota seribu sungai, mudah-mudahan kehadiran Tim Penilai Wahana Tata Nugraha menambah semangat di Pemerintah Kota dan seluruh warga untuk membangun kota ini lebih baik lagi khususnya terkait dengan jalur darat, jalur sungai, dan perhubungan. Ke depannya bisa mensinkronkan dijadikan sebuah transportasi terpadu.
    Pemerintah Kota Banjarmasin berupaya menjadikan kota Banjarmasin tetap nyaman bagi transportasi, dan sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, pelabuhan, pendidikan, dan kota jasa. Kota Banjarmasin juga adalah jalur utama transportasi, sehingga dalam RPJM sepakat menjadikan Kota Banjarmasin Kota Sungai Pintu Gerbang Ekonomi Kalimantan Tahun 2020”,
    “Terhadap permasalahan kemacetan lalu lintas, Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya mengatasi persoalan tersebut dengan memberdayakan seluruh potensi yang ada dan tidak terkecuali dengan menjalin kerjasama dengan masyarakat dan seluruh stockholder kota. Aspek penataan yang berkelajutan dan berbasis kepentingan publik serta ramah lingkungan mendapatkan pertimbangan terbesar”, ujar Ibnu Sina.
    Dalam Paparan Hasil Observasi Lapangan (Penilaian Tahap 3) yang disampaikan oleh Ketua Tim Penilai Wahana Tata Nugraha Kementerian Perhubungan RI DR. Muiz Thohir, ST, MT meliputi :
Tahapan Kegiatan Penghargaan Wahana Tata Nugraha
Tahap I : Administrasi
- Perencanaan;
- Pendanaan;
- Kelembagaan dan Per-Undang-Undangan;
- Sumber Daya Manusia.
Pada bidang Administrasi penilaian meliputi: Angkutan, Prasarana, Lalu Lintas dan Lingkungan. Penilai dari Provinsi.
Tahap II : Teknis dan Operasional
- Sarana;
- Prasarana;
- Lalu Lintas;
- Pelayanan kepada Masyarakat.
Penilai dari Perguruan Tinggi, Provinsi dan Pusat.
Tahap III : Komitmen (political will) Kepala Daerah
Penilaian kebijakan dan komitmen Pemerintah Daerah dalam pengembangan dan pembangunan transportasi perkotaan.
Penilai dari Pusat.

Materi Penilaian
I. Penilaian Lapangan
a. Sarana Angkutan Umum;
b. Prasarana;
c. Lalu Lintas;
d. Pelayanan Masyarakat.
II. Komitmen Daerah
a. Perencanaan;
b. Pendanaan;
c. Kelembagaan;
d. Sumber Daya Masyarakat;
e. Kehadiran.

    Dari pantauan yang dilakukan Tim Penilai Wahana Tata Nugraha Kementerian Perhubungan RI, ada 18 potret seperti : Sarana Angkutan Umum, secara umum penampilan angkutan kota cukup baik, alur ban masih baik dan tanda uji masih berlaku, namun masih belum dilengkapi dengan papan trayek informasi asal-tujuan, yang dipasang di depan maupun belakang. Angkutan kota sudah cukup baik mencantumkan no. urut kendaraan dan jenis layanan, sebagian sudah mencantumkan daftar tarif, namun masih melanggar untuk ketentuan kaca film. Masih ditemukan pula angkutan kota yang kondisi fisiknya kurang baik, body cat keropos. Sebagian besar pengemudi angkutan kota tidak mengenakan seragam dan tidak mencantumkan identitas pengemudi.
      Ruang Milik Jalan, secara umum ruang milik jalan dalam kondisi baik. Namun masih banyak ditemukan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang milik jalan (PKL, Ojek, Parkir). Sebagian Permukaan jalan dalam kondisi baik dan prima.
      Fasilitas Pejalan Kaki, sebagian ruas jalan sudah dilengkapi dengan fasilitas pejalan kaki yang masih dalam kondisi baik. Agar setiap ruas jalan dilengkapi dengan fasilitas pejalan kaki, untuk keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki.
    Tempat pemberhentian/halte, kondisi halte sudah rusak dan diperlukan perbaikan. Belum dilengkapi nama halte dan rambu bus stop. Pemanfaatan halte sudah sesuai, namun belum dilengkapi informasi trayek dan daftar tarif angkutan umum.
      Terminal, saat ini terminal KM.6 belum beroperasi secara optimal.
      Marka, sebagian besar ruas jalan sudah dilengkapi denga marka tengah dan tepi, namun tetap diperlukan perawatan marka secara berkala. Marka lajur sepeda motor kondisinya sangat baik, untuk Jalan Lambung Mangkurat belum dilengkapi dengan marka tepi. Sedangkan untuk parkir belum dilengkapi marka parkir dan karcis parkir.
      Pengujian Kendaraan Bermotor, fasilitas pelayanan PKB sudah memadai. Peralatan uji masih baru dan berfungsi dengan baik, agar tetap dilakukan perawatan dan uji kalibrasi secara berkala.
      Rambu lalu lintas secara umum kondisinya baik.

    Menurut DR. Muiz Thohir, ST, MT, dengan adanya Pemaparan Hasil Observasi Lapangan (Penilaian Tahap 3), bisa menjadi acuan untuk berbenah dalam membangun transportasi daerah, supaya kota menjadi aman dan nyaman.
    Pada acara ini dilakukan dialog antara Satpol PP Kota Banjarmasin, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin, Jasa Raharja dan Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin dengan Tim Penilai Wahana Tata Nugraha.
    Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan dari catatan Tim Penilai terkait 18 potret pantauan akan segera menindak lanjuti. Ada sifatnya bisa segera, ada yang memerlukan waktu. Mudah-mudah ini bisa menjadi komitmen bersama stockholder terkait dari Kepolisian, Provinsi dan SKPD terkait, bukan hanya terkait penghargaan WTN.
    “Saat ini menambah ruas kawasan tertib lalu lintas, teriring kesempatan untuk memperbaiki seperti di Jl. A. Yani KM. 1 kemajuannya cukup bagus, lahan yang disiapkan untuk relokasi PKL disepanjang Jalan A. Yani sudah disiapkan”, ujar Ibnu Sina
    Di akhir acara dilakukan Penyerahan Dokumen Hasil Observasi Lapangan (Penilaian Tahap 3) oleh Ketua Tim Penilai Wahana Tata Nugraha Kementerian Perhubungan RI kepada Walikota Banjarmasin.
    Tim Penilai Penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2016 Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan I adalah :
- Panitia Tingkat Nasional yakni :
1. DR. Muiz Thohir, ST, MT
2. Herman Armanda, SE, MT
3. Sri Hartati, ST.
4. Kisfamawanti, A.md LLAJ
5. Nurhayati.
- Panitia Tingkat Provinsi
1. Basiran, SE
2. Ir. Rosehan Anwar, MT (Akademisi Universitas Lambung Mangkurat).
    Pengumuman pemenang Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2016 direncanakan pada Tanggal 22 September 2016 bertepatan dengan Hari Perhubungan.